BANGGA: Sariyo Sabani menunjukan piagam penghargaan ‘Insan Olahraga Kota Depok atas Dedikasi dan Prestasinya’dari KONI Kota Depok. JUNIOR/RADAR DEPOK

 

DEPOK Sariyo Sabani nampak antusias menyambut awak koran ini di ruang kerjanya, akhir pekan lalu. Senyumnya mengembang. Hangat. Sejak Agustus lalu, dirinya sudah lagi berdinas di Badan Lingkungan Hidup (BLH).

Kini dia lebih banyak berada di jalanan, mengemban tugas sebagai Kepala Bidang Bimbingan Keselamatan dan Ketertiban pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok.

“Saya jarang-jarang nih berada di kantor. Kebanyakan di jalanan,” ungkapnya kepada Radar Depok membuka perbincangan.

Dia begitu menikmati perannya sebagai ‘raja jalanan’ di Depok. Mengantur kendaraan. Memastikan jika angkot tidak ngetem sembarangan, sampai mendera terpaan sinar matahari yang membuat legam kulit.

“Tentu sangat menikmati dong,” ucapnya.

Di pojokan ruang kantornya, ada yang mengusik mata. Sebuah piala berdiri sendirian di atas meja kecil, berdampingan dengan piagam yang dipantek di dinding.

“Oh itu piagam yang diberikan oleh KONI Kota Depok beberapa waktu lalu,” ucap Sariyo.

Sariyo mendapat predikat sebagai ‘Insan Olahraga Kota Depok atas Dedikasi dan Prestasinya’. Bicara olahraga, Sariyo bukanlah figur baru. Banyak yang sudah ia korbankan untuk kemajuan olahraga di Kota Sejuta Maulid ini. Sampai sekarang ia masih menjabat sebagai Ketua Pengcab Dayung.

“Kalau di olahraga saya sudah lama berkecimpung. Saya punya gairah disini (olahrag),” jelasnya.

Ia terjun ke dunia olahraga sejak 1991 dengan menjadi anggota di Badan Pembina Olahraga Pelajar Bogor. Kalau di Depok, ia terjun sejak 2001.

“Saya pernah aktif di Persikad Depok sebagai Ketua Bidang Sarana dan Prasarana sejak 2001 sampai 2005,” jelasnya.

Tentang dayung, tak usah diperdebatkan lagi. Bersama atlet kebangganya, Kanti, Sariyo pernah menyumbang medali emas Asian Games di 2011.

“Pernah juara di Porda, PON, sampai tingkatan internasional,” paparnya bangga.

Dirinya berharap agar dayung bisa menjadi cabang olahraga yang mampu menghasilkan prestasi. Caranya mudah. Ia menilai jika Depok yang kaya dengan situ, bisa menjadi sarana yang baik membangun olahraga air ini.

“Potensi alam di Depok sangat kaya. Situ misalnya. Dapat dijadikan sarana yang baik mendongkrak olahraga dayung,” ungkapnya.

Situ Kampung Lio, kata dia, dapat menjadi destinasi potensial. Situ yang berada di Kecamatan Pancoranmas ini memiliki kedalaman yang pas buat dayung.

“Jika dipakai untuk dayung, saya yakin juga bisa mendorong situ menjadi objek wisata. Contohnya sewaktu digelar Festival Perahu Naga beberapa waktu lalu. Begiti diminati masyarakat kan,” tambah mantan Kasatpol PP Kota Depok itu. (jun)