yamaha-nmax

RADAR DEPOK.COM – Sebelum tenggat waktu yang ditentukan 1 Februari 2017. Diam-diam Satgas Waspada Investasi mulai kasak-kusuk mencari tahu Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group atau Pandawa Group.

Satgas menegaskan dalam kasus seperti ini, pelakunya bukan hanya ketua KSP PMG, Nuryanto, tetapi leader juga termasuk.

“Semua yang ikut dalam penghimpunan dana harus bertanggungjawab termasuk leader,” tegas Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing hanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, siapa saja mencari dan menghimpun sudah sepatasnya juga mengebalikan dana nasabah. Nanti, penyidik akan mendalami keikutsertaan orang-orang yang ada di sekitar Nuryanto. Karena hal ini sudah tertuang dalam perjanjian yang sudah ditandatangi Nurayanti dengan Satgas serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Satgas juga, kata Tongam sejauh ini tidak diam. Selama proses pengembalian dana kepada nasabah, satgas masih melakukan monitoring. Memang gejalanya akan meledak seperti ini.

“Kami selalu monitoring. Jadi kami tegaskan lagi bagi yang menghimpun dana termasuk leader harus bertanggung jawab,” tegas pria yang juga menjabat Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK ini.

Sementara itu, salah seorang Leader Pandawa Mandiri Group, AK mengatakan, sesuai janji Nuryanto, uang nasabah akan dikembalikan sesuai dengan batas waktu yang diberikan. Karena yang mengembalikan uang nasabah bukan Pandawa namun Nuryanto.

Dia tidak membenarkan bahwa Nuryanto melarikan diri, namun dia tidak dapat memberitahukan keberadaan Nuryanto. “Yang mengembalikan uang nasabah adalah Pak Nuryanto bukan Pandawa, Pak Nuryanto tidak kabur tapi memang saya juga tidak tahu kemana,” singkat pria berjenggot itu.

Terpisah, Polres Kota Depok telah membentuk Satuan Tugas untuk menangani laporan dugaan kerugian sejumlah nasabah koperasi simpan pinjam Pandawa Mandiri Group.

“Saya sarankan untuk segera membuat laporan. Polisi akan bertindak jika ada laporan, atau ada yang merasa dirugikan,” kata Wakapolresta Depok, AKBP Candra Sukma Kumara. Candra mengatakan, ia sampai saat ini juga belum menerima aduan terkait hilangnya pendiri Pandawa, Salman Nuryanto.(dic/hmi)