PEBRI/RADAR DEPOK NAIK STATUS: Para peraih SSN untuk jenjang SD di Kota Depok dilangsungkan di SD Perjuangan Terpadu, Senin (9/1).
yamaha-nmax

 

NAIK STATUS: Para peraih SSN untuk jenjang SD di Kota Depok dilangsungkan di SD Perjuangan Terpadu, Senin (9/1). Foto: Pebri/Radar Depok

PANCORANMAS – SD Perjuangan Terpadu naik status menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN). Ini merupakan hasil dari penilaian yang dilakukan Pemprov Jawa Barat, melalui Dinas Pendidikannya. Bahkan, SD yang berlokasi di Jalan Harapan No.1, RT02/03, Kecamatan Pancoranmas menjadi dua terbaik se-Jawa Barat dengan nilai 380.

Kepala SD Perjuangan Terpadu, Rita Marliana mengatakan, pencapaian status sebagai SSN adalah hasil dari jerih payah sekolahannya untuk bisa memenuhi delapan standar pendidikan.

Diantaranya, standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar biaya pendidikan dan standar penilaian pendidikan.

“Penilainnya sudah dilakukan di tahun 2016, dan ini (kemarin, red) adalah pemberian sertifikat sebagai SSN,” ucapnya kepada Radar Depok.

Rita menuturkan, sekarang ini di SD-nya ada 19 rombel yang ditempatkan di 19 ruang kelas. Oleh karena itu, semua siswanya masuk jam pagi semua.

Tidak hanya ruang kelas, tetapi juga ada beberapa ruang pendukung, seperti ruang lab, perpustakaan, UKS, serba guna, tempat salat dan kamar mandi. “Untuk jumlah siswa kami ada 521,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Perjuangan Kholifah Masa Depan, Muhammad Soleh menuturkan, untuk mempertahankan kualitas dari SSN, pihaknya juga didampingi dengan ISO 9001.2015.

Dengan begitu, akan dilakukan audit internal dan eksternal sekolah enam bulan. Dengan begitu, akan terpantau terus perkembangan yang ada di sekolah.

“Untuk kedepannya, tidak hanya SD Perjuangan Terpadu saja, tetapi SMP Perjuangan Informatika Terpadu juga akan memiliki status SSN juga. Jadi, sekolah bisa menjadi lebih baik dalam segala hal,” katanya. (peb)