PEBRI/RADAR DEPOK HIDUP SEHAT: Guru SDN Sindangkarsa 1 bersama dengan petugas Puskesmas Sukatani berfoto bersama sebelum dimulainya pelatihan untuk dokcil di SDN Sindangkarsa 1, Rabu (18/1).

 

HIDUP SEHAT: Guru SDN Sindangkarsa 1 bersama dengan petugas Puskesmas Sukatani berfoto bersama sebelum dimulainya pelatihan untuk dokcil di SDN Sindangkarsa 1, Rabu (18/1). Foto: Pebri/Radar Depok

RADAR DEPOK – Untuk mencapai tujuan sekolah, menjadi Sekolah Sehat, SDN Sindangkarsa 1 mengadakan pelatihan untuk 70 dokter kecil (dokcil) di sekolahnya. Dalam kegiatan tersebut, SDN yang berlokasi di Jalan Pekapuran, No.44, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos tersebut, menggandeng Puskesmas Sukatani untuk pemberian materinya.

Kepala SDN Sindangkarsa 1, Sudarman mengatakan, pelatihan dokcil tersebut untuk memperbaharui pengetahuan siswa yang menjadi dokcil. Karena, sudah ada beberapa dokcil di SDN Sindangkarsa 1 telah lulus sekolah. Oleh karena itu, ada beberapa siswa kelas IV dan V baru menjadi dokcil.

“Total siswa di SDN Sindangkarsa 1 ada sekitar 700. Sesuai dengan ketentuannya, jumlah dokcil di sekolah itu, 10 persen dari total jumlah siswanya. Jadi, di SDN Sindangkarsa 1 ada 70 dokcil,” ucapnya kepada Radar Depok.

Sudarman menuturkan, dengan adanya dokcil di sekolahnya diharapkan bisa mengajak siswa untuk sama-sama bertanggungjawab untuk kesehatan diri dan juga lingkungan. Dokcil tersebut pun, juga memiliki tugas mengingatkan sesama temannya tentang pola hidup sehat dan bersih dalam keseharian.

“Jadi, dengan menjadikan mereka dokcil diharapkan ikut bisa bekerjasama menjadikan lingkungan sekolah yang sehat dan bersih,” terangnya.

Sudarman menuturkan, tidak hanya dokcil saja, tetapi ada juga cara pihakna untuk menuju Sekolah Sehat, yakni dengan mengajak siswa membawa tempat makan dan minum sendiri-sendiri dari rumahnya.

Dengan begitu, saat siswa beli makan atau minuman bisa menjadikan tempat makan dan minum tersebut sebagai wadahnya.

“Tidak hanya sekedar mengajak siswa membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mengajak siswa untuk tidak memproduksi sampah di sekolah,” jelasnya. (peb)