SIAP SIAGA: Para Call Taker yang ada di Emergency Call Room di Diskominfo Kota Depok. Diketahui ada 12 call taker siap membantu dan melayani masyarakat Depok yang membutuhkan pertolongan. Foto :Febrina/Radar Depok
yamaha-nmax
SIAP SIAGA: Para Call Taker yang ada di Emergency Call Room di Diskominfo Kota Depok. Diketahui ada 12 call taker siap membantu dan melayani masyarakat Depok yang membutuhkan pertolongan. Foto :Febrina/Radar Depok

Pemkot Depok telah menjalankan program Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112 sejak 1 Desember 2016. Sebanyak 12 call taker dan tiga orang supervisor siap melayani pelaporan yang masuk selama 24 jam dalam 7 hari.

Sejauh ini setiap harinya sebanyak 200 laporan masuk, dan rata-rata laporan kebakaran serta kondisi orang yang tanpa identitas mengalami gangguan kesehatan.

“Kami sudah menjalankan sejak awal bulan dan setiap harinya minimal 200 laporan masuk kesini,” ujar Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Adhi Parayuda kepada Radar Depok.

Hardiono menambahkan, Diskominfo sudah memiliki ruangan khusus untuk Emergency Call. Selain itu, untuk Sumber Daya Manusia (SDM) juga telah siap menjalankan tugasnya, sebanyak 12 orang Agent Call Taker dengan tiga orang supervisor sudah dipersiapkan untuk melayani pelaporan yang masuk ke 112 selama 24 jam x 7 hari.

“Operator akan mencatat identitas penelepon dan meneruskannya ke pihak atau dinas terkait. Dengan demikian, laporan tersebut mampu menginformasikan anggota yang berada di lapangan langsung ke lokasi kejadian,” tegasnya.

Staff Direktorat Pengembangan Pita Lebar Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemenkominfo, Wibi Noviardi, menyampaikan dalam rangka mewujudkan Nawacita, yakni memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, maka Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencanangkan program Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112 (NTPD 112).

Sedangkan untuk launching pelayanan NTPD 112 tepat 1 Desember, Kota Depok bersama dengan tiga kota lainnya yaitu Bandung, Bogor dan Tangerang.

Kominfo menetapkan nomor 112 sebagai nomor tunggal panggilan darurat agar dapat mempermudah masyarakat dalam mengingat dan menghubungi layanan darurat.

Adapun layanan darurat saat ini masih menggunakan nomor panggilan tersendiri, seperti nomor 110 untuk Layanan Polisi, 113 untuk Layanan Pemadam Kebakaran, 115 untuk layanan BASARNAS, 118 untuk layanan Ambulans, dan 119 untuk Layanan Kesehatan, serta layanan darurat lain yang masih berupa nomor panjang.

“Layanan NTPD 112 akan terus disempurnakan hingga menjadi Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat yang nantinya akan terpadu dengan nomor layanan darurat khusus lainnya,” ucap Wibi.

Wibi mengatakan, sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 10 Tahun 2016 tentang Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat, Kominfo bertindak sebagai katalisator kepada Pemerintah Daerah tingkat Kabupaten/Kota untuk menyediakan call center layanan NTPD 112.

Agar dapat lebih cepat menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kebakaran, tindak kriminal, kecelakaan, kebutuhan ambulans dan penanganan kesehatan yang gawat darurat.

“Layanan NTPD 112 akan diujicobakan di 10 Kota Pilot Project, yakni Kota Batam, Kota Tangerang, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Surakarta, Kota Balikpapan, Kota Denpasar, Kota Mataram dan Kota Makassar,” tutupnya.(ina)