Sudah beberapa hari kantor KSP PMG di Kelurahan Meruyung Limo tutup. Tutupnya kantor setelah mencuatnya berita tentang menghilangnya bos Pandawa, Salaman Nuryanto.
yamaha-nmax
TUTUP : Sudah beberapa hari kantor KSP PMG di Kelurahan Meruyung Limo tutup. Tutupnya kantor setelah mencuatnya berita tentang menghilangnya bos Pandawa, Salaman Nuryanto. Foto:Ade/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM-Hari demi hari kasus yang membelit Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group (PMG) alias Pandawa Group, semakin tak karuan. Terbaru, sejak Kamis (19/1) kantor yang beralamat di Jalan Raya Meruyung No8A, RT2/RW24, Kelurahan Meruyung, Limo sudah tutup sampai waktu yang belum ditentukan.

Pantauan Radar Depok dilapangan kemarin, di depan kaca pintu gedung, terdapat selebaran kertas yang ditempel berbunyi : Sehubungan dengan situasi dan kondisi yang tidak kondusif karyawan dan pelayanan operasional KSP Pandawa Mandiri Group diliburkan sampai dengan situasi dan kondisi kondusif, Depok, 19 Januari 2017, TTD Pengurus.

Hal tersebut dibenarkan, Kapolsek Limo Kompol Imran Gultom. Menurut Imran, kantor KSP Pandawa Mandiri Group yang ada di Meruyung, diketahui baru ditutup. “Tutup kantornya pada Kamis (19/1), sekarang di lokasi tidak ada kegiatan pelayanan sama sekali,” ujarnya.

Kuat dugaan, kata dia tidak beroperasinya kantor Pandawa pasca sejumlah nasabah ada yang melaporkan ke Polresta Depok terkait kasus penipuan investasi. “Kemungkinan pelayanan kantor Pandawa ditutup ada hubungan dengan laporan sejumlah nasabahnya, yang tidak mendapatkan keuntungan investasi dana yang disimpan,” bebernya.

Di kantor itu, sambungnya tertera tempelan selebaran pengumunan yang berbunyi : Sehubungan dengan situasi dan kondisi yang tidak kondusif karyawan dan pelayanan operasional KSP Pandawa Mandiri Group diliburkan sampai dengan situasi dan kondisi kondusif, Depok, 19 Januari 2017, TTD Pengurus.

Sementara, menjaga antisipasi tindakan yang tidak dinginkan, Kapolsek siapkan patroli mobile sekaligus memantau segala sesuatu kegiatan yang ada berkaitan KSP Pandawa. “Jika ada masyarakat yang ramai kami lakukan pengamanan, sifatnya stasioner mencegah hal yang tidak diinginkan,” paparnya.

Terpisah, Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengatakan, sejauh ini Satgas dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menunggu 1 Februari. Tapi dalam waktu dekat untuk mengetahui dana yang sudah dikembalikan pihak Pandawa Group akan dipanggil. “Semua menjadi tanggungjawab Nuryanto, kalau nanti ada kaitannya tentu leader mesti mengembalikan,” tandasnya.(ade)