FOTO ILUSTRASI : JPNN SELEKSI : Seleksi alam situs e-commerce harus disikapi dengan kreativitas memberikan layanan pada pelanggan.

 

SELEKSI : Seleksi alam situs e-commerce harus disikapi dengan kreativitas memberikan layanan pada pelanggan. Foto: ilustrasi : jpnn.com

RADAR DEPOK.COM – Booming situs e-commerce masih terjadi di negara-negara berkembang, salah satunya Indonesia. Tercatat puluhan perusahaan bersaing memperebutkan pasar yang sedang bertumbuh pesat tiap tahunnya.

Namun, menurut pengamat telekomunikasi Herry Setiadi Wibowo atau yang akrab disapa Herry SW, perusahaan-perusahaan itu harus memiliki ciri yang khas. Karena tiap tahun bakal terjadi seleksi alam perusahaan e-commerce.

“Yang utama bagi pengguna belanja online adalah layanan, keamanan, dan tidak ada pembatasan wilayah. Karena online, idealnya belanja bisa dari mana saja dan kemana saja,” katanya.

Herry melihat konsep belanja online bisa menjangkau sampai di ujung dunia, tidak ada pembatasan wilayah. Kalaupun ada perusahaan e-commerce yang membatasi dalam teritori tertentu, tunggu saja pasti bakal ditinggalkan penggunanya. Efisiensi, efektivitas, dan kemudahan belanja online akan terpangkas dan tidak sesuai lagi dengan slogan online.

”Tahun ini industri e-commerce masih akan menarik. Persaingan memberikan layanan keamanan transaksi, kenyamanan, dan diskon harga besar jadi gimmick menarik bagi pengguna. Itulah tantangan untuk bisa menyediakan semua keinginan pengguna,” ujarnya.

Pria yang menjadi kolumnis di sejumlah media itu membagi e-commerce dalam tiga klasifikasi. Pertama, private online atau B2C, perusahaan yang menjual produknya lewat online seperti Erafone, Samsung, dan Xiaomi. Kedua, marketplace seperti Bukalapak.com, Blibli.com, Lazada.com, Tokopedia.com.

Yang ketiga atau terakhir adalah C2C atau classified. Kategori ini adalah perorangan yang menjual barang atau jasanya melalui situs market place atau situs jual beli seperti Olx.co.id, Jualo.com, Carmudi.co.id, dan Mobil123.com.

“Dari tiga klasifikasi tersebut, pasar marketplace dan C2C yang paling besar dengan dinamika yang pesat.  Persaingannya juga tidak kalah sengit. Apa yang dilakukan Jualo.com dengan menerapkan rekening bersama, selangkah lebih maju melindungi  keamanan transaksi pengguna. Faktor keamanan, kenyamanan, dan kecepatan delivery jadi kunci keberhasilan e-commerce C2C,” jelasnya.

Untuk C2C, persaingan Olx.co.id dan Jualo.com sangat kelihatan karena keduanya mengambil ceruk sama. Soal  pengenaan biaya di e-commerce C2C untuk pemasangan iklan menurut Herry SW masih normal asal dibarengi dengan feedback dari dana yang dikeluarkan. Bila tidak, justru makin memperpuruk eksistensi e-commerce tersebut. (JPNN/pda)