TUNJUKAN: Pemain SSB Mertro Kukusan usia 11 tahun, pada saat Turnament Festival di Jakarta. IST/RADARDEPOK

 

 

DEPOK – Sekolah Sepak Bola (SSB) Metro Kukusan, sudah tidak asing lagi untuk pembibitan pemain muda dari usia 12 – 14 tahun. Sayangnya perkembangan sepak bola usia dini ini tidak di perhatikan oleh ASKOT PSI Kota Depok, dengan sangat jarangnya diadakan kegiatan atau turnamen untuk junior.

Pendiri SSB Metro Kukusan Depok sekaligus Ketua Harian ASSBD, Syafrudin Abto mengatakan, perkembangan sepak bola di Kota Depok akan menurun jika tidak adanya pemerhati yang benar- benar fokus terhadap perkembangan sepak bola. Dirinya sangat menyayangkan, ketika pemain muda berasal dari Kota Depok justru bergabung dengan tim daerah lain.

gSebenarnya sangat simpel untuk menaggapi hal ini, Kota Depok itu banyak sekali pemain muda yang berbakat. Kami sebagai SSB sudah berusaha mendidik mereka menjadi pemain profesional. Tetapi percuma saja, jika sudah di bentuk, tetapi tidak ada kegiatan atau turnamen untuk mereka unjuk gigi,h ujarnya.

Lebih lanjut Syafrudin menjelaskan, Metro Kukusan yang notabene merupakan klub asal Kota Depok tetapi pernah mewakili Jakarta. Karena tidak ada kepedulian baik di Kota Depok. Ini menjadi ‘PR’ besar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Depok dan Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Kota Depok untuk memajukan sepak bola di Kota Depok dengan adanya pemain–pemain terbaik.

“Karena memang tidak ada kompetisi di Kota Depok, akhirnya kita masuk ke Jakarta dan terbukti di beberapa turnamen selalu menang dengan perolehan skor yang sangat baik. Dan ini harus di perhatikan jika Kota Depok ingin maju olahrga sepak bolanya, harus ada juga sarana dan prasarana untuk atlet muda,” jelasnya.

Syafrudin menambahkan, selain itu sarana latihan juga masih belum terpenuhi. Dikarenakan kurangnya anggaran dari SSB, jika ingin memakai Stadion Merpati atau Mahakam. Seharusnya untuk hal seperti ini, pemkot Depok yang memberikan sarana.

Sampai dengan saat ini, tempat kami berlatih masih mengakali anggran yang ada di SSB. Ini sanagat di sayangkan sekali, ketika kami sedang membutuhkan bantuan untuk anggaran, Pemkot Depok tidak dapat membantu. Tetapi, jika pemain kami berhasil, baru di katakan mereka pemain Kota Depok,g ucapnya.

Di awal tahun 2017, SSB Metro Kukusan sedang mempersiapkan untuk ikut serta di kejuaraan besar dan menyiapkan tim dengan maksimal. Kegiatan tersebut meliputi, pertandingan Liga Topskor usia 13 tahun di Jakarta, kejuaraan Playoff Liga Kompas usia 14 tahun, dan persiapan Piala Danone. (dia)