yamaha-nmax

Ilustrasi

DEPOK–Sampai pukul 00:00 WIB di pergantian tahun, sesi kedua Tax Amnesty ditutup di angka Rp152 Miliar. Nilai tersebut sedikit naik dibandingkan di sesi pertama Juli-September Rp96 Miliar. Praktis, selanjut Januari hingga Maret 2017 wajib pajak akan dikenakan tarif tebusan sebesar 5 persen.

Kepala KPP Pratama Depok Cimanggis, Deni Hendana menjelaskan, sesi kedua Tax Amnesty yang berakhir 31 Desember 2016 ditutup di angka Rp284,18 miliar secara total. Untuk sesi pertama Juli-September 2016 mencapai Rp96 Miliar, sedangkan untuk sesi II Oktober- Desember 2016 sebesar Rp152,18 Miliar. Khusus penambahan di Desember 2016 saja ada Rp44,31 Miliar.

Dari data yang masuk, kata Deni sebanyak 2.326 wajib pajak membayar pajak. Seperti diketahui bersama sesi kedua Tax Amnesty ini dikenakan tarif tebusan sebesar 3 persen. Sedangkan untuk sesi ketiga pada Januari hingga Maret 2017 wajib pajak dikenakan tarif tebusan 5 persen.

Deni menambahkan, demi memaksimalkan pelayanan, Kantor KPP Pratama Depok Cimanggis dan Depok Sawangan buka sampai dengan pukul 24:00. Sebelum itu juga dilakukan pemaksimalan pelayanan dimana kantor buka hingga Sabtu dan Minggu sejak 3-31 Desember 2016. Operasional Sabtu mulai dari pukul 08:00 hingga 14:00 WIB. Sedangkan Minggu melayani wajib pajak mulai pukul 08:00 hingga 12:00 WIB.

“Upaya sosialisasi dan pemahaman kepada wajib pajak pada Tax Amnesty terus dilakukan, salah satunya dengan memaksimalkan jam pelayanan,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala KPP Pratama Depok Sawangan, Tri Wibowo menambahkan, untuk di KPP Pratama Depok Sawangan total tax amnesty sebesar Rp133,84 miliar, dari Juli hingga awal Desember 2016. Tarif tebusan untuk repatriasi dan deklarasi dalam negeri sebesar 3 persen dan UMKM 0,5 persen sampai akhir Desember 2016. Sedangkan untuk periode Januari sampai Maret 2017 sebesar 5 persen untuk repatriasi dan deklarasi dalam negeri.

Untuk deklarasi luar negeri sebesar 10 persen. UMKM 0,5 persen untuk harta dibawah Rp10 miliar dan 2 persen untuk harta yang dideklarasi lebih dari Rp10 miliar.

“Supaya maksimal, kantor kami buka setiap hari, bahkan Sabtu dan Minggu, untuk Januari hingga Maret kita akan terus maksimalkan,” tutup Tri.(ina)