yamaha-nmax

DEPOK – Guna mempercepat pertumbuhan dan membebaskan permukiman kumuh. Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok menargetkan 11 ribu septiktank rampung ditiap tahunnya. Hal itu sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok 2016-2021.

Kepala Bidang Permukiman, Herry Restu Gumelar mengatakan, demi mengentaskan permukiman kumuh di 11 wilayah di Kota Depok, Dinas Perumahan dan Permukiman akan menggenjot melalui penanganan limbah domestik dan air bersih. Salah satunya dengan membangun septiktank diwilayah permukiman kumuh.

“Sesuai dengan RPJMD 2016-2021, kami akan membangun seribu septiktank diwilayah permukiman kumuh,” ujar Herry kepada Radar Depok, kemarin.

Herry menjelaskan, berdasarkan data 2013. Ada 11 ribu kepala keluarga belum memiliki septiktank dan masih menggunakan koya. Selain pembuatan septiktank, Dinas Perumahan dan Permukiman akan membangun empat Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal ditiap tahunnya. Satu IPAL akan digunakan untuk 40 kepala keluarga. Namun, pengadaan IPAL masih terkendala dengan keterbatasan lahan.

Selain itu, Herry mengungkapkan target penanganan air juga menjadi bagian prioritasnya. Ditiap tahunnya akan ada pembangunan infrastruktur air bersih sebanyak 500 SR yang harus dicapai.

Apabila pembangunan tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana, wilayah permukiman kumuh akan berubah menjadi permukiman sehat.

“Kami akan berusaha melaksanakan RPJMD guna mengentaskan wilayah permukiman kumuh di Kota Depok,” ucap Herry. (dic)