Ilustrasi
yamaha-nmax
Ilustrasi

DEPOK–Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok sepanjang 2016, telah menyita 4.004 minuman keras (Miras) berbagai merek. Penindakan tegas itu Berpedoman dengan Perda No6 Tahun 2008 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol .

Kasat Pol PP Kota Depok, Dudi Miras Imaduddin mengatakan, penekanan peredaran miras ditengah masyarakat maupun ditempat hiburan, terus ditegakan Satpol PP Kota Depok. Hal itu sesuai Perda Kota Depok No6 Tahun 2008 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol.

“Pada 2016, kami berhasil mengamankan 4.004 botol miras dari semua jenis merek yang beredar di Kota Depok,” ujar Dudi kepada Radar Depok, kemarin.

Dudi menjelaskan, menurut catatannya April 2016 sebanyak 1.126 berhasil diamankan dan merupakan penertiban yang paling banyak didapat.

Sedangkan pada November 2016 yang tersedikit didapatkan, tercatat hanya 58 botol miras. Untuk botol kosong miras, dia mengamankan 79 botol dan pengantisipasian penjual tidak menggunakan botol guna berjualan kembali.

Dudi mengungkapkan, penertiban dilaksanakan disejumlah tempat yang diduga menjual miras, seperti tempat hiburan malam, toko jamu, toko kelontong yang sebelumnya sudah dipastikan menjual miras, dan beberapa tempat lainnya.

Dia menilai, miras menjadi salah satu pemicu terjadinya gangguan kamtibmas dan tidak sedikit mengkonsumsi miras mengalami gangguan kesehatan yang berujung dengan kematian.

“Kami akan berupaya optimal menertibkan miras di Kota Depok, guna mendukung visi Kota Depok,” tandas Dudi.

Ketua LPM Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Zainal Fatah menuturkan, penertiban miras harus dilaksanakan secara tegas dan ada upaya berkelanjutan.

seperti memberikan sanksi berat, mencabut izin usaha, dan beberapa tindakan lainnya. Apabila hal itu secara tegas dijalankan Pemkot, bukan tidak mungkin akan membuat efek jera penjual miras.

“Selama ini, Pemkot Depok belum terlihat tindakan tegasnya, kemungkinan miras tetap beredar dari penjual yang sama,” ucap Zainal. (dic)