IRWAN / RADAR DEPOK LAGI CEK : Ru'hiat petani belimbing saat mengecek di kebunnya RW09, Kelurahan Rangkepan Jaya, Kecamatan Pancoranmas, kemarin.
yamaha-nmax
LAGI CEK : Ru’hiat petani belimbing saat mengecek di kebunnya RW09, Kelurahan Rangkepan Jaya, Kecamatan Pancoranmas, kemarin. Foto: Irwan / Radar Depok

Menelisik Perkembangan Petani Belimbing di Kota Depok (1)

Petanian belimbing di Kota Depok cukup prihatin, karena faktor kebutuhan pembangunan sehingga lahan pun perlahan tergerus. Seperti Ru’hiat petani di Kelurahan Rangkepan Jaya, Kecamatan Pancoranmas yang kini hanya merawat 15 pohon dari 50 pohon.

Laporan : MUHAMMAD IRWAN SUPRIYADI, Radar Depok

Sejak 1995 petani di Kota Depok masih bisa menggarap lahan untuk menanam macam tanaman. Dan saat Nur Mahmudi Ismail menjabat sebagai Walikota Depok berjalan beberapa tahun. Buah belimbing  menjadi ikon Kota Depok. Banyak petani di kota ini yang mengarap pohon belimbing, karena mudah ditanam dan menghasilkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Memang sejak dulu di Depok banyak lahan pertanian, karena semakin sempit akhirnya berahli ke tanam belimbing di 1995 dan konsen perawatan di 1997,” kata Ru’hiat.

Pria kelahiran tahun 1964 itu nengaku, pernah memiliki 50 pohon belimbing dengan lahan yang berbeda-beda. Bahkan jumlah pohon itu sebagaian ada yang meminjam lahan orang atau ngontrak.

Berjalannya waktu dari tahun-ketahun lahan garapan pohon belimbing tergerus oleh pembangunan perumahan. Banyaknya perumahan, kata dia pemilik lahan menjual pohon tersebut karena kebutuhan hidup.

“Faktor kebutuhan hidup seperti, sekolah, makan, anaknya nikah dan banyak lagi,” ucap dia sambil duduk di bangku depan rumahnya.

Beranjak dari tempat duduknya, Ru’hiyat bersama Radar Depok menuju pohon belimbing miliknya yang berada tidak jauh dari rumah. “Alhamdulillah, sekarang masih ada 15 pohon belimbing di luas 1.000 meter. Tapi terpisah lokasinya,” sambil menujukan pohon belimbing miliknya.

Bapak anak tiga ini mengatakan, para petani di kalanganya masuk dalam Kelompok Sari Jaya, tapi saat ini kurang aktif.

“Sekarang paling aktif 10 orang saja, ada beberapa faktor mereka tidak aktif,” katanya.

Lanjut pembicaraan sambil diguyur gerimis, setiap pohon belimbing katanya tiga kali panen dalam satu tahun. Bahkan ada yang empat kali panen.

“Itu kan tergantung perawatan harus benar-benar dirawat baik. Kalau tidak untuk merasang bunga akan lambat,” tuturnya.

Kebanyakan para petani belimbing di Kota Depok kata dia, membudidayakan atau menanam jenis Belimbing Dewa. Sebab kualitasnya bagus dan bentuk ukuranya besar.

“ Sudah terbukti dan terkenal di dunia bahwa belimbing dewa sudah ke luar negeri ikut kontes juara pertama di Asia. Di dalam negeri mengalahkan belimbing dari Blitar dan Bandung. Bahkan di kelompok saya pernah tumbuh belimbing seberat 8 ons,” ungkapnya.

Sambil mengecek belimbing yang terbungkus plastik, dia berharap Pemerintah Kota Depok menyediakan lahan pertanian khusus belimbing. Karena buah belimbing ini berpotensi untuk buah di Asian Tenggara.

“Bagus kalau ada gagasan buat lahan khusus pertanian belimbing di kota ini, ini saya mewakili dari para petani di Kota Depok. Karena semakin kesini lahan tergerus terus” katanya. (bersambung)