DICKY/RADARDEPOK DIBAYANGI : Solehudin alias Soleh saat menjalani pra rekonstruksi atas pembunuhan terhadap Sumarminah di wilayah Kabupaten Bogor, kemarin.
yamaha-nmax

 

DIBAYANGI : Solehudin alias Soleh saat menjalani pra rekonstruksi atas pembunuhan terhadap Sumarminah di wilayah Kabupaten Bogor, kemarin. Foto: Dicky/Radar Depok

DEPOK DEPOK.COM – Tatapan kosong terpancar dari pelaku Solehudin alias Soleh saat akan menjalankan pra rekonstruksi atas pembunuhan nenek Sumarminah di wilayah Kabupaten Bogor. Pria berusia 31 tahun ini masih ingat betul bagaimana dia membunuh, hingga merasa dibanyangi sosok Sumarminah ditengah pelariannya.

Solehudin menceritakan, setelah hari pertama membunuh mulai merasakan kejanggalan. Rentetan kejanggalan dia rasakan pada malam hari, sehingga membuat dia susah tidur dirumah kontrakannya di Kampung Salak, Desa Bojongjengkol, Ciampea, Bogor.

“Saya merasa seperti dihantui, ada beberapa peristiwa yang saya alami setelah membunuh Sumarminah,” ujar Solehudin kepada Radar Depok, kemarin.

Solehudin mengungkapkan, malam pertama setelah membunuh sekitar pukul 12.00 WIB. Dia melihat ada ayam berwarna hitam menabrakan badannya ke kaca rumah kontrakan. Padahal, disekitar kontrakannya tidak ada warga yang memelihara ayam. Guna menghilangi rasa penasarannya, dia mencoba keluar melihat dan mengusir ayam tersebut.

Bukan hanya itu saja, sambung Solehudin pada Jumat (6/1) dini hari. Saat tertidur lelap, dia dikejutkan dengan rasa sakit seperti ada yang memukul dibagian tubuhnya sebanyak tiga kali.

Kekejutan tersebut tidak hanya berhenti disitu saja, saat dia terjaga dan menoleh kesebelah kiri mencari siapa yang memukul, namun dia tidak menemukan.

Ketika menoleh kesebalah kanan dia terkejut dan tidak bisa berkata-kata melihat bayangan hitam. Secara tegas dia melihat sosok Sumarminah dengan menggunakan pakaian terakhir yang dikenakan ketika membunuh.

“Saat bayangan hitam berubah menjadi wujud Sumarminah, saya langsung terkejut dan setelah itu saya tidak dapat tidur kembali hingga pagi,” terang Solehudin.

Sementara itu, Kabag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus menuturkan, ada 13 adegan dalam pra rekonstruksi dijalani Solehudin. Mulai dari ketemu Sumarminah hingga membunuh diwilayah Kabupaten Bogor.

Hal itu, guna menyesuaikan keterangan pelaku dalam membunuh Sumarminah. “Sebelumnya ada 12 pra rekonstruksi, namun kami menambahkan satu pra rekonstruksi sehingga menjadi 13 adegan,” tandas Firdaus.

Firdaus menjelaskan, penambahan satu pra rekonstruksi dikarenakan ada adegan yang tidak sesuai dengan BAP, yaitu pada saat proses persetubuhan.

Dari hasil keterangan, mereka sengaja memilih ritual di Gunung Kapur Kabupaten Bogor, karena dikenal sebagai tempat persugihan siluman monyet, dan dapat mendatangkan rezeki dengan ritual bersetubuh ditempat tersebut. “Dari hasil keterangan, pelaku baru pertama kali menjalankan perbuatannya,” ucap Daus. (dic)