yamaha-nmax

 

PEMICU PERBAIKAN: Rubuhnya SDN Kalibaru 6 yang terjadi di bulan Februari 2016, menjadi catatan penting untuk evaluasi tentang kualitas dari pembangunan atau perbaikan sekolah di Kota Depok.PEBRI/RADAR DEPOK

Tahun 2016 sudah usai, berbagai macam perkembangan selama 365 hari terus terjadi. Di dunia pendidikan pun, ada perubahan yang signifikan untuk beberapa kategorinya. Dengan berbagai upaya dan daya, tentunya di tahun 2016, ada perubahan data dari 2015. Karena dengan segelontoran program dan kegiatan yang di gulirkan Pemkot Depok melalui Dinas Pendidikan Kota Depok, adalah bagian dari upaya untuk memajukan dunia pendidikan.

Tetapi, apakah semua itu sampai pada tujuannya. Karena, menjadikan Kota Depok lebih baik dari segi kualitas pendidikannya, tidak semudah membalikan telapak tangan.

Berdasarkan data yang di dapat, di tahun 2016 dari total 275 SD, 26 SMP, 13 SMA Negeri se-kota Depok, 75 persennya harus mendapatkan perbaikan di beberapa sisinya. Ada beberapa SDN juga yang sempat gagal lelang tahun 2015, direalisasikan di tahun 2016. Total ada 10 SDN yang mendapatkan kucuran bantuan untuk rehabilitasi senilai Rp 4,33 Miliar.

“Pembangunan atau rehab 10 gedung SDN ini, batal dilakukan 2015 lalu karena gagal lelang. Namun tahun 2016 dipastikan rehab dilakukan,” ucap Kepala Dinas Pendidikan, Mohammad Thamrin.

Sementara itu, berdasarkan penjelasan dari Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Rahmad di tahun 2016, juga ada 118 sekolah rusak di Kota Depok yang mendapatkan bantuan dari Pemprov Jawa Barat. Bantuan tersebut menyusul ambruknya atap di SDN Kalibaru 6 beberapa waktu lalu yang menyebabkan ratusan siswa menumpang di sekolah lain.

“Bantuan bervariasi mulai dari Rp 80-100 juta, tahun lalu keseluruhan bantuan Pemprov ke Depok sebesar Rp 125 miliar, tahun ini jumlahnya lebih dari itu,” ungkapnya.

Tidak hanya SD, bantuan juga digelontorkan untuk SMP dan SMA sederajat.

“Untuk bantuan yang 118 sekolah macam-macam ada SD, madrasah, SMK, SMA, SMP, dan bantuan bukan hanya untuk sekolah negeri, sekolah swasta pun dapat,” paparnya.

Beralih ke hal lain di 2016, dimana Ujian Nasional (UN) di Kota Depok, patut mendapatkan apresiasi. Dimana, berdasarkan data dari Disdik Kota Depok di tahun 2015 ada 27 SMA dan SMK baik negeri dan swasta di Kota Depok yang menerapkan Ujian Nasionak Berbasis Komputer (UNBK). Dan jumlahnya meningkat di tahun 2016 menjadi 39 SMA dan SMK yang menerapkan UNBK di Kota Depok.

Dengan pencapaian tersebut, beberapa SMA dan SMK di Kota Depok mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai sekolah berintegritas tinggi dalam pelaksanaan UN.

“Dengan menerapkan UNBK di UN, maka kecil kemungkinan siswa yang menjadi pesertanya bisa berbuat curang dan terjadinya kebocoran soal. Jadi, UN-nya bisa dijalankan dengan jujur,” terangnya.

Tidak sampai disana, perhatian dari Disdik Kota Depok, juga merambah sampai mereka yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Dimana, berdasarkan data dari Disdik Kota Depok, jumlah siswa yang menerima beasiswa selalu bertambah. Tetapi, di tahun 2016, jumlahnya justru berkurang. Staf Panitia Pelaksana Program Beasiswa S-1 Disdik Depok, Irwansyah, mengatakan, di tahun 2013 ada 16 mahasiswa warga Depok yang memperoleh beasiswa ini. Lalu di 2014 ada 19 mahasiswa, 2015 sebanyak 40 mahasiswa dan 2016 ini tersedia 25 kuota.

Ada enam perguruan tinggi yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Depok, untuk kuliah. Yakni UI, UIN Jakarta, UNJ, IPB, ITB dan UNPAD.

“Untuk jalurnya bebas, bisa dari SNMPTN, jalur undangan, paralel dan SBMPTN,” pungkasnya. (peb)