Foto: Dicky/Radar Depok CIRI KHAS : Pendopo TVRI yang menjadi ciri khas Studio Alam TVRI Jalan Raden Saleh Kecamatan Sukmajaya, kini vakum dari perfilman TVRI, kemarin.
yamaha-nmax
CIRI KHAS : Pendopo TVRI yang menjadi ciri khas Studio Alam TVRI Jalan Raden Saleh Kecamatan Sukmajaya, kini vakum dari perfilman TVRI, kemarin. Foto: Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Tidak dapat dipungkiri, dengan semakin berkembangnya jaman, tanyangan televisi semakin berubah. Hal itu, berdampak pada tempat yang kerap menjadi areal syuting, salah satunya Studio Alam TVRI yang berada di Kecamatan Sukmajaya. Kini, studio alam TVRI yang pernah melambungkan serial Rumah Masa Depan telah vakum dari dunia perfilman yang kerap digunakan TVRI.

Humas Studio Alam TVRI Doko Sumarto mengatakan, penggunaan Studio Alam TVRI guna dijadikan tempat produksi film maupun kebutuhan TVRI sudah vakum sejak 2012. Hal itu dikarenakan, berbagai tayangan televisi sudah berkembang pesat sesuai mengikuti era modern.

“Studio Alam TVRI sudah vakum digunakan keperluan produksi TVRI sejak 2012 hingga saat ini, mungkin karena kebutuhan tayangan mengikuti zaman yang sudah maju,” ujar Doko kepada Radar Depok, kemarin.

Doko menjelaskan, Studio Alam TVRI sudah ada sekitar 1980. Namun, peresmian Studio Alam TVRI berbarengan dengan RRI diwilayah Kecamatan Cimanggis pada 1985. Pada saat itu, sejumlah film yang melambung di eranya. Seperti Rumah Masa Depan, Paket Album Minggu Remaja, Sengsara Membawa Nikmat, dan beberapa produksi lainnya telah menggunakan Studio Alam TVRI.

Selain itu, sambung Doko beberapa pihak yang telah bermitra dengan Studio Alam TVRI pernah menggunakan studio tersebut dan banyak diminati masyarakat. Diantaranya, Mamat Pasar Jangkrik, Si Entong, Kuntilanak satu hingga tiga, The Raid satu dan dua, Merah Putih, Air Terjun Pengantin, dan Jelangkung.

“Banyak rumah produksi yang bermitra dengan kami, karena kami menyediakan suasana alam yang alami,” terang Doko.

Bukan hanya itu saja, lanjut Doko Studio Alam TVRI dilengkapi dengan berbagai rumah adat, gedung perkantoran, rumah minimalis, sanggar seni budaya, dan suasana hutan yang masih alami.

Padahal, Studio Alam TVRI bukan tempat wisata, namun banyak masyarakat yang mendatangi Studio Alam TVRI hanya sekedar melihat dan menikmati suasana alam.

“Biasanya, Studio Alam TVRI banyak didatangi masyarakat pada Sabtu dan Minggu,” ucap Doko.

Salah seorang pengunjung Studio Alam TVRI, Sawitri mengatakan, sengaja mendatangi Studio Alam TVRI guna menikmati suasana alam yang masih alami. Apalagi, di Studio Alam TVRI masih ada bangunan rumah seperti era 60 hingga 80an. Sehingga dia dapat bernostagia mengingat rumah yang pernah dia tinggal pada masa kecilnya.

“Disini masih sangat alami, sehingga dapat mengingat saya diwaktu kecil dan mengajari anak bahwa pada waktu dahulu bentuk bangunan rumah seperti yang ada di Studio Alam TVRI,” ucap Sawitri. (dic)