yamaha-nmax

BERSIAP: Pegiat lingkungan dari berbagai komunitas sebelum melakukan penyusuran Sungai Pesanggrahan. Foto:Ade/Radar Depok

RATUJAYA – Senin (2/1), Yayasan Sahabat Ciliwung bekerja sama dengan Komunitas Peduli Kali Pesanggrahan dan beberapa komunitas lain menyusuri Sungai Pesanggrahan.

Susur sungai bertujuan menjaga dan melestarikan kebersihan sungai dari sampah dan limbah. “Kegiatan kali ini diikuti kurang lebih 30-an aktivis yang mewakili masing-masing komunitasnya,” ujar Koordinator Yayasan Sahabat Ciliwung, Hidayat.

Dayat-sapaannya- menambahkan, susur sungai meliputi patroli sampah dan pembersihan aliran Sungai Pasanggrahan.

“Kami ingin sungai bersih dari sampah. Kegiatan ini adalah kali pertama dan mudah-mudahan dapat rutin kami laksanakan,” lanjut Dayat.

Susur sungai ini diikuti Yayasan Sahabat Ciliwung, Komunitas Peduli Sungai Pesanggrahan, P’Confuse, DCC, My Trip My Adventur, Rescue Comunity, Himpel Limo, dan Hunter Bingung.

Secara terpisah, Koordinator Forum Komunitas Hijau Kota Depok, Heri Syaefudin, mengatakan, persoalan sampah di sungai yang masih melanda Kota Depok merupakan kegagalan mempersiapkan kehadiran teknologi perplastikan dan kesadaran horizontal dalam konteks hubungan manusia dengan alam sebagai tempat hidupnya.

“Ini tanda-tanda kematian ekologis. Kegagalan agama dalam membentuk kesalehan sosial,” sahutnya.

Pemerintah harus melakukan pendekatan sosial dengan pola pembinaan lewat simpul-simpul masyarakat. Karena urusan sampah harus diinternalisasi menjadi urusan pribadi, bukan hanya urusan pemerintah atau petugas kebersihan.

“Sedangkan dalam konteks kebijakan, pemerintah harus membuat aturan dan sanksi tegas bagi pembuang sampah sembarangan. Kalau perlu penangkap basah pelaku pembuang sampah diberi hadiah,” kata Heri. (ade)