DICKYR/RADARDEPOK SEMINGGU SEKALI : Suasana Pasar Rebo di Jalan H Sulaiman Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan, banyak dikunjungi masyarakat, Rabu (11/1)
SEMINGGU SEKALI : Suasana Pasar Rebo di Jalan H Sulaiman Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan, banyak dikunjungi masyarakat, Rabu (11/1). Foto: Dicky/Radar Depok

Mengupas Sejarah Nama-nama Kelurahan di Depok (108)
Pembangunan wilayah Kelurahan Bedahan tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat. Bukan hanya itu, keberadaan Pasar Rebo ikut membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat Bedahan dan sekitarnya.

Laporan : Dicky Agung Prihanto, Radar Depok

Sambil meminum teh yang tersedia di cangkir berwarna putih, tokoh masyarakat Kelurahan Bedahan, H Muhammad Sakim mengatakan, dahulunya wilayah Bedahan tidak seperti sekarang ini. Pada tahun 1963, saat dia masih duduk di bangku sekolah SMP, merasakan betul bagaimana infrastruktur wilayah Kelurahan Bedahan.

“Saat itu, infrastruktur jalan masih berupa tanah dan bebatuan, dapat dipastikan jalan lingkungan akan becek dan debel,” ujar Sakim sambil mengenang.

Bukan jalan lingkungan saja berupa tanah, sambung Sakim aliran listrik belum memasuki wilayah Kelurahan Bedahan. Sambil mengingat, aliran listrik masuk ke wilayah Bedahan pada 1970. Namun tidak semua masyarakat Bedahan mendapatkan aliran listrik.

Baca Juga  Sampah Kerap Nyangkut di Jembatan Panus

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Bedahan periode 1988 hingga 1997 ini, dengan semangat gotong royong masyarakat Bedahan mulai membangun infrastruktur wilayah Bedahan. Pada 1975 pengaspalan mulai dilaksanakan dan pengaspalan pertama di Jalan H Sulaiman.

Setelah itu, masyarakat mulai membuka jalan tembus atau jalan penghubung ke wilayah lainnya. “Saat saya menjadi Kades, ada beberapa jalan tembus yang dibangun warga secara goyong royong,” terang Sakim.

Pembangunan jalan tembus, lanjut Sakim bertujuan guna memudahkan warga dalam beraktifitas. Dengan jalan tembus akan memudah akses masyarakat menuju disekitar wilayah Bedahan maupun ke wilayah kelurahan lainnya yang berbatasan dengan Bedahan. Tidak hanya itu, pembangunan rumah ibadah tidak luput dari semangat gotong royong masyarakat, salah satunya pembangunan Masjid Baiturrahman.

Baca Juga  Sejarah Singkat Kota Depok, Ada yang Menyebutkan Nama Organisasi Kristen

Ditempat yang berbeda, Ketua RW02 Bedahan, Nahrawi menuturkan, berbicara tentang Kelurahan Bedahan tidak terlepas dengan hadirnya Pasar Rebo. Menurutnya, Pasar Rebo merupakan pasar mingguan yang hanya ada seminggu sekali di hari Rabu. Pasar Rebo hanya buka mulai dari pukul 07.00 hingga 14.00.

“Pasar Rebo sudah ada sejak 16 tahun silam, dengan adanya pasar Rebo sangat membantu masyarakat Bedahan,” terang Nahrawi.

Nahrawi mengungkapkan, kehadiran Pasar Rebo tidak hanya membantu masyarakat Bedahan, namun beberapa masyarakat dari kelurahan lain disekitar Bedahan mengunjungi pasar tersebut. Berbagai macam kebutuhan masyarakat tersedia di Pasar Rebo. Mulai dari sayuran, pakaian, peralatan rumah tangga, hingga jajanan pasar.

Nahrawi menuturkan, mereka yang berjualan di Pasar Rebo umumnya masyarakat Bedahan, namun ada juga yang berasal dari wilayah lainnya. Menurutnya, keberadaan Pasar Rebo sangat strategis, karena keberadaan pasar tradisional seperti pasar Parung dan Kemirimuka dinilai cukup jauh diakses masyarakat Bedahan.

Baca Juga  Giat Lembaga Dakwah Kampus Sebi Solidarity for Palestina Gelar Konser Amal untuk Palestina, Kumpulkan Puluhan Juta

“Semoga Pasar Rebo dapat terus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat Bedahan dan sekitarnya, serta secara tidak langsung menjadi ciri khas wilayah Bedahan,” ucap Nahrawi. (bersambung)