Foto: Ferdian/Radar Depok BUKA ACARA: Camat Bojongsari, Usman Haliyana membukan acara musrenbang di Kelurahan Dumek, belum lama ini.
yamaha-nmax
BUKA ACARA: Camat Bojongsari, Usman Haliyana membukan acara musrenbang di Kelurahan Dumek, belum lama ini. Foto: Ferdian/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Bojongsari bakal dilaksanakan pada 3 Februari 2017. Menurut Camat Bojongsari, Usman Haliyana hingga saat ini seluruh Kelurahan di Kecamatan Bojongsari rampung melaksanakan musrenbang.

“Seluruh kelurahan selesai melakukan musrenbang. Dan hampir seluruh usulah yang masuk, merupakan pembangunan infrastruktur,” jelas dia kepada Radar Depok.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur tersebut, difoksukan pada pembangunan drainase dan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Pada pelaksanaan Musrenbang Kecamatan mendatang, tiap kelurahan bakal  dibatasi usulannya, sesuai dengan pagu anggaran yang telah ditentukan, yaitu Rp2 miliar.

“Sesuai dengan Juklak dan Juknis yang ada. Setiap Kelurahan memiliki pagu anggaran senilai Rp2 miliar yang dapat diusulkan,” terang dia
Menambahkan, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Bojongsari, Widi Handayani, sejak 18 Januari 2017, beberapa kelurahan di Kecamatan Bojongsari memulai Musrenbang.

Tiap kelurahan, dibebaskan mengajukan seluruh pembangunan yang dianggap paling penting di wilayah masing-masing. Walau begitu, sesuai dengan aturan yang ada, pihaknya berharap usulan pembangunan ekonomi, sosial dan budaya juga diselipkan di tiap kelurahan.

“Sesuai Pagu prioritas pembangunan tahun 2018, kami ingin tiap kelurahan menyisipkan pembangunan di bidang ekonomi, sosial dan budaya. Karena minimal, Rp300 juta dari pagu yang ada, harus dialokasikan ke pembanguan tersebut,” jelas dia. (bry)