DICKY/RADARDEPOK ANTISIPASI : TPID Kota Depok tengah melaksanakan rapat di aula lantai lima gedung Balaikota, guna mengantisipasi inflasi di Kota Depok, kemarin.
yamaha-nmax

 

ANTISIPASI : TPID Kota Depok tengah melaksanakan rapat di aula lantai lima gedung Balaikota, guna mengantisipasi inflasi di Kota Depok, kemarin. Foto: Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM –Guna menghindari terjadinya inflasi akibat kebijakan pemerintah atas kenaikan tarif harga. Pemerintah Kota Depok, melalui Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TIPD) gelar rapat koordinasi di aula lantai lima Balai Kota Depok, kemarin.

Sejumlah kebijakan pemerintah dalam menaikan harga pada awal tahun diantaranya, kebijakan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi, kenaikan tarif PNMB, dan pencabutan subsidi listrik 900 VA, serta berhentinya penyaluran beras miskin (raskin) yang akan diubah dengan penukaran voucher. Belum lagi dengan naiknya harga cabai disejumlah pasar.

Kepala Bagian Ekonomi Kota Depok, Dwi Rahma mengatakan, kebijakan pemerintah yang dilaksanakan pada awal tahun, secara tidak langsung berdampak kepada masyarakat. Untuk itu, pihaknya melaksanakan rapat koordinasi guna mencari solusi dalam menekan terjadinya inflasi di Kota Depok.

“Kami akan berusaha dan selalu berkoodinasi dengan sejumlah dinas terkait guna mengantisipasi terjadinya inflasi di Kota Depok,” ujar Dwi kepada Radar Depok, kemarin.

Dwi menjelaskan, salah satu yang menyebabkan terjadinya inflasi adalah ketersediaan pangan di Kota Depok. Menurutnya, panjangnya jalur distribusi mempengaruhi dengan tingginya harga, karena distribusi ketersedian pangan berasal dari luar Kota Depok. Untuk itu, TPID Kota Depok tengah mencari cara dalam memenuhi kebutuhan stok, dan mencegah terjadinya inflasi.

Beberapa langkah yang telah dilaksanakan TIPD, sambung Dwi diantaranya, melaksanakan operasi pasar, mengadakan pasar tani, sidak pasar, program Kawasan Rumah Pangan Lestari, penggunaan gas bersubsidi tepat sasaran, dan sejumlah langkah lainnya. “Kami akan segera mengambil langkah preventif dalam mengantisipasi inflasi,” terang Dwi.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Depok, Erwan menuturkan, pada Desember 2016 Kota Depok mengalami inflasi hingga 0,18. Sedangkan inflasi Kota Depok dari Januari hingga Desember 2016 mencapai 2,60 berada dibawah Kota Bandung 2,93. Dari data yang diamiliki, pada 2016 kenaikan inflasi yang paling tinggi terjadi pada Februari 0.43.

Penyebab terjadinya inflasi di Kota Depok diakibatkan naiknya harga kebutuhan pokok dan sejumlah pemenuhan kebutuhan masyarakat lainnya. Guna mencegah terjadinya inflasi, TIPD segera mencari cara dalam mencegah terjadinya inflasi. “Inflasi di Kota Depok pada 2016 mencapai 2,60 sedangkan inflasi Nasional 3,02,” ucap Erwan. (dic)