Foto: Ferdian/Radar Depok MANGKRAK: Inilah Gedung Kesenian yang berada di Jalan Abdul Wahab, Kelurahan/Kecamatan Sawangan yang mangkrak sepuluh tahun lebih.
yamaha-nmax

 

MANGKRAK: Inilah Gedung Kesenian yang berada di Jalan Abdul Wahab, Kelurahan/Kecamatan Sawangan yang mangkrak sepuluh tahun lebih. Foto: Ferdian/Radar Depok

Mangkraknya pembangunan Gedung Kesenian yang berdiri setengah jadi di Jalan Abdul Wahab, RW03 Kelurahan/Kecamatan Sawangan meninggalkan harapan besar bagi warga sekitar. Dari usaha untuk merubah image negatif,  hingga keinginan untuk memanfaatkan lahan sebagai tempat fasos dan fasum warga di lingkungan tersebut.

Laporan: FEBRY FERDIAN, Radar Depok

Siang itu matahari tertutup awan hitam yang bertengger terus. Di Jalan Abdul Wahab tepatnya di sebuah gedung yang pembangunannya mangkrak lebih dari sepuluh tahun barisan motor milik siswa SMKN 2 berjejer rapih. Ya, adanya gedung tersebut, mampu memberikan sedikit tempat teduh di kala hujan. Gedung itu, memang sudah beberapa waktu belakangan dimanfaatkan menjadi tempat parkir.

Tak lama berselang, barisan motor yang berjejer rapih tadi mulai keluar dengan didahuli suara bel pulang sekolah. Setengah jam kemudian, gedung yang biasa juga digunakan tempat selfie remaja sekitar itu, kosong.

Ketua RW03, Sadikin mengungkapkan, hingga saat ini warga sekitar masih menunggu kelanjutan pembangunan gedung yang merupakan proyek Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.

“Belum tahu hingga sekarang, pembangunan gedungnya mau dilanjut atau tidak,” ujar Sadikin.

Lebih lanjut menurut dia, perlu usaha keras untuk merubah image wilayahnya yang ketimpaan pembangunan gedung tersebut. Bahkan, dirinya bersama warga lain berusaha untuk membentuk patroli untuk menangkap pasangan yang beberapa kali ketahuan sedang ‘indehoy’ di wilayah sekitar gedung kesenian tersebut.

“Kalau dahulu nemu kondom di lokasi Gedung kesenian sudah biasa. Bahkan ada pasangan muda-mudi yang ketahuan sedang ‘gituan’,” ungkap pria berbadan tambun tersebut.

Bahkan menurut dia, wilayahnya sudah terkenal seantero Depok sebagai tempat yang sering dipakai muda-mudi berpacaran. “Tidak cuma di Depok. Image jeleknya sudah terdengar sampai Tangerang, Jakarta dan Bogor,”  beber dia.

Walau begitu, kini kata dia, keadaan  serta image negatif tersebut, berangsur hilang. Sudah jarang ditemui muda-mudi yang berpacaran di tempat tersebut. Tetapi, harapan besar dari warga sekitar terus menyeruak terhadap kelanjutan pembangunan Gedung Kesenian tersebut.

“Kami berharapnya pembangunan gedung dapat dilanjutkan atau mungkin jika tidak jadi, lahan tersebut dapat dimanfaatkan jadi kantor RW atau posyandu RW,” harap dia. (*)