FERDIAN/RADAR DEPOK PELAYANAN: Suasana Kantor Kelurahan Bojongsari yang berada di Jalan Parung-Ciputat, kemarin.

 

PELAYANAN: Suasana Kantor Kelurahan Bojongsari yang berada di Jalan Parung-Ciputat, kemarin. Foto: Ferdian/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Blanko e-KTP yang masih belum tersedia di seluruh kelurahan, ternyata dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk membuat KTP ganda. Di Kelurahan Bojongsari, ada kasus warganya yang sengaja menghapus data status perkawinannya di KTP, dengan status belum menikah. Menurut Operator Sistem Informasi Administrasi Kependidikan (SIAK) Kelurahan Bojongsari, Sair ini pernah kejadian ada warga yang menginginkan perubahan status tersebut, untuk menikah lagi.

“Waktu itu ada kasus dimana salah satu warga yang membuat keterangan surat menikah. Di KTP SIAK-nya statusnya belum menikah tetapi ketika di cek data kependudukan, ternyata orang tersebut sudah menikah,” terang dia Kepada Radar Depok.

Menurut dia, untuk e-KTP tentunya hal tersebut tidak dapat dilakukan. Karena data elementer yang digunakan pada perekaman e-KTP menggunakan sidik jari dan retina mata.

Baca Juga  Lebih Dekat Dengan Ketua PKK Duren Seribu, Eti Lahmudin: Monitoring Program P2L hingga Turun Langsung Petik Tomat

“Kalau datanya sudah menggunakan retina dan sidik jari. Jadi, tentunya jika ada yang mau membuat ulang e-KTP dan melakukan perekaman, data yang telah ada bakal keluar lagi,” terang dia kepada Radar Depok.

Bahkan sambung dia, untuk pengajuan perubahan status yang ada di e-KTP, orang tersebut harus memiliki surat, terkait untuk benar-benar memastikan  kebenaran data yang diberikan orang tersebut.

“JIka ingin merubah status dari belum menikah menjadi nikah, paling tidak harus ada surat nikah yang ditunjukan. Barulah status tersebut bisa dirubah,” jelas dia.

Dia mengungkapkan, di Kelurahan Bojongsari ada sekitar 11.000 orang yang terdata. Dan warga yang memiliki e-KTP, tentu di bawah jumlah angka tersebut.

Baca Juga  Pengasinan Waspadai Kejahatan Jalanan

“Yang punya e-KTP sudah lumayan banyak. Tapi hingga saat ini blanko masih kosong, kami sudah mengajukan 600 keping blanko,” tukas dia. (bry)