RETNO/RADARDEPOK FOTO TERAKHIR: M. Nurdin, warga Beji Timur berfoto sebelum berangkat dengan latar belakang kapal wisata Zahro Express. Hingga saat ini, Nurdin dan kedua anaknya belum juga ditemukan.
yamaha-nmax
M. Nurdin, warga Beji Timur berfoto sebelum berangkat dengan latar belakang kapal wisata Zahro Express. Hingga saat ini, Nurdin dan kedua anaknya belum juga ditemukan. Foto-foto: Retno-Radardepok

DEPOK – Duka tengah menyelimuti keluarga Hj. Rokiyah, orang tua M. Nurdin (44) yang tinggal di Jalan Pipit Nomor 2 RT01/RW02 Beji Timur, Kecamatan Beji. Keluarga M. Nurdin menjadi korban terbakarnya kapal wisata Zaro Express, Minggu (1/1).

Selain Nurdin, isteri dan ketiga anaknya turut menjadi korban. Meski begitu, Homsari (42) istri dan anak bungsunya, Rifa Riskiawan (7) ditemukan selamat dan kini masih dalam perawatan RSCM Jakarta Pusat. Sementara, Nurdin beserta dua anaknya, Nadia Syifa Muzdalifah (16) dan Nazwa Syarla Faradilla (11) hingga berita ini ditulis belum juga ditemukan.

Adik kandung M. Nurdin, Nurlaela saat ditemui Radar Depok mengaku, sebelum peristiwa kebakaran ia sempat bertemu Nurdin, Jumat (30/12).

Karena selalu mampir ke rumah ibu di Beji Timur. Sedangkan, Nurdin dan keluarga saat ini sudah menempati rumah di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.

“Biasanya kalau dia (Nurdin, Red) mau kemana saja pasti memberi kabar. Tapi yang berlibur ke Pulau Tidung, kami keluarga tidak tahu menahu,” kata Nurlaela kepada Radar Depok.

Lebih lanjut, dia mengatakan, kakaknya berangkat bersama istri dan ketiga anaknya. Nurlaela mengetahui peristiwa tersebut saat diinfokan oleh sepupu, yang mengatakan bahwa Homsari dan Rifa ada di RSCM. Sontak, semua anggota keluarga kaget.

”Pas ada berita kecelakaan itu di televisi kami menonton, tidak tahu ada saudara yang jadi korban. Tenyata  Nurdin sekeluarga jadi korban, istrinya saat masih ada di UGD RSCM. Kalau Rifa sudah dibolehkan pulang meski masih trauma dengan kejadian tersebut,” ungkapnya.

Nurlaela mengungkapkan, berdasarkan keterangan yang didapatkannya, bahwa saat terjadi letusan yang membakar hangus kapal Zahro, istri M.Nurdin, Homsari dan anak bungsunya Rifa sedang bersama.

“Sari pun langsung memakaikan pelampung ke Rifa, dan Sari langsung terjun ke laut, Rifa juga ditarik terjun ke laut. Saat itu, Sari terpisah dengan suami dan dua anaknya,” papar Nurlaela.

Lanjutnya, kondisi Homsari saat ini masih menggunakan selang dan belum bisa makan. Dia pun masih dalam penanganan medis karena saat berada di laut menelan lumut. “Kami kemarin langsung datang ke RS.Polri Kramat Jati untuk diambil DNA tes gigi dari unit DVI untuk pengecekan tes DNA,” ungkapnya.

Dia berharap, Nurdin yang tercatat sebagai PNS Batam dapat segera ditemukan dengan selamat bersama dua putrinya

Sementara itu, Polda Metro Jaya memeriksa sepuluh orang saksi untuk menyelidiki penyebab terbakarnya Kapal Motor (KM) Zahro Express di perairan Muara Angke, Jakarta Utara. Polisi menyebut ada ketidakcocokan pada manifes dengan jumlah penumpang sesungguhnya.

“Kami periksa 10 orang saksi,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan di Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (2/1).

Iriawan tidak menyebutkan siapa-siapa saja yang telah diperiksa oleh pihaknya. Beberapa pihak dari Syahbandar Muara Angke, Dinas Perhubungan (Dishub) juga termasuk yang diperiksa oleh kepolisian.

Selain itu, polisi juga mendalami ketidakcocokan jumlah manifes dengan jumlah penumpang sebenarnya yang berada di atas kapal. Berdasarkan data manifes, KM Zahro Express memuat 100 penumpang. Padahal diperkirakan kapal itu mengangkut 258 penumpang sebelum akhirnya terbakar.

“Terus batas kapal maksimal 285 orang akan kita dalami, akan kita cek ke perhubungan laut, apakah lisensinya sama nggak dari perhubungan laut,” terangnya.

Kapal KM Zahro Express diperkirakan terbakar saat dalam perjalanan dari Dermaga Kaliadem Muara Angke menuju Pulau Tidung, Kepuluan Seribu. 20 Orang korban yang meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan identifikasi.

Hingga saat ini, Diperkirakan, masih ada sekitar 17 orang yang masih dinyatakan hilang karena insiden itu. (ret/gun/**)