Foto: Ricky/Radar Depok HASIL KEBUN : Jaya Saun menunjukan umbi pohon suwek yang ditanam di kebunnya di RT02/08 Kelurahan Sukatani, Tapos, kemarin.

 

HASIL KEBUN : Jaya Saun menunjukan umbi pohon suwek yang ditanam di kebunnya di RT02/08 Kelurahan Sukatani, Tapos, kemarin. Foto: Ricky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Warga Sukatani Budidaya Bunga Bangkai disaat orang lain memanfaatkan pekarangan rumahnya untuktanaman hias atau sayuran, Jaya Saun, warga RT02/08 Kelurahan Sukatani, Tapos malah menanam pohon suwek. Orang kebanyakan menyebutnya bunga bangkai.

Tanaman bernama latin Amorphophallus campanulatus adalah saudara bunga bangkai, namun berperawakan lebih kecil. Batang tumbuhan suwek atau bunganya muncul begitu saja dari tanah. Ketika bunganya mekar baunya busuk dan sering dikerubungi lalat hijau. Setelah benar-benar mekar, baunya akan hilang.

“Kalau di sini nama suwek. Ubinya juga enak, bisa segede kepala,” kata Jaya saat ditemui Radar Depok di kebunnya, Kamis (19/1).

Dia menjelaskan, bibit pohon ini diambil dari kebumen tempat menantunya sekitar tahun 1996. Saat itu, Jaya hanya menanam lima bibit dengan dikupas kulitnya kemudian ditaruh di tanah bisa tumbuh, seperti ubi gadung.

Baca Juga  Sukatani Gencarkan Biopori

“Tadinya saya tanam ubi buat dikukus, tidak tahunya keluar bunga seperti yang di Bogor. Kalau baru banget mekar, baunya seperti bangkai, lalat juga penuh mengerubungi bunganya,” tutur lelaki berusia 70 tahun tersebut.

Bunga pohon suwek, lanjut Jaya, keluarnya setahun sekali, yakni saat pergantian musim kemarau ke musim hujan. Jadi, kata Jaya, pohon suwek yang berwarna hijau akan layu dan mati saat musim hujan, setelah itu langsung muncul bunga besar dari tanah.

“Pohon suwek yang sudah tua dan ubinya sudah besar, jika tidak dicabut, maka akan keluar bunga seperti ini. Yang baru dicabut bungannya sudah tiga minggu lalu mekarnya, sekarang sudah mulai layu lagi,” terang Jaya.

Baca Juga  Mulyana Nahkodai LPM Sukatani

Saat ini, ada belasan pohon suwek yang ada di kebunnya. Bahkan, bunga yang mekar hanya setahun sekali tersebut, Jaya menghitung setidaknya sudah 20 kali mekar. Sehingga, warga datang untuk sekedar foto di dekat bunga. “Biasanya warga dari perumahan yang datang, foto-foto saja di sini pas bunganya mekar,” bebernya.

Namun, Jaya mengungkapkan, banyaknya pohon suwek yang ada di kebunnya, tidak serta merta menjadikan seluruh pohon itu dapat memunculkan bunga saat musim hujan. Kata Jaya, hanya satu bunga yang akan mekar.

“Paling banyak, barengan itu tiga bunga sekaligus. Sisanya paling setahun satu bunga saja,” ungkap Jaya. (cky)