yamaha-nmax

RADAR DEPOK.COM – Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) akan terus memperketat ruang gerak Warga Negara Asing (WNA) ilegal di Kota Depok. Salah satunya berkoordinasi dengan Forkopimda Depok. Hal tersebut disampaikan Kepala Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Jawa Barat, Susy Susilawati, usai memimpin sertijab Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Depok, di Balaikota, kemarin (11/1).

Susy mengaku, meski tak punya anggaran pihaknya akan memaksimalkan pengawasan terhadap WNA di Jawa Barat, khususnya di Kota Depok. Timpora di daerah lanjut dia, harus turut mengawasi WNA yang memasuki Indonesia.

“WNA yang masuk ke Indonesia harus yang bermanfaat. Dan WNA mana pun bila melanggar aturan akan kami tindak tegas,” kata Susy kepada Radar Depok.

Susy mengatakan, sesuai temuan Imigrasi WNA banyak bergerak ke wilayah pinggiran Jawa Barat, seperti Sukabumi dan Bogor. Para WNA menyangka Imigrasi tidak mungkin melacak keberadaan mereka.

Baca Juga  33 Tim Unjuk Gigi di Liga AFFI

“Inilah fungsi Timpora yang bisa mendeteksi dan memburu setiap WNA ilegal di Jabar. Hasilnya, sejumlah WNA sudah kami amankan. Rata-rata tidak mempunyai surat dokumen resmi,” tutur Susy.

Paling mencengangkan, belum lama ini pihaknya telah mengamankan WNA dan diketahui bekerja sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK). Modusnya lanjut Susy, mereka bekerja di panti pijat, salon, refleksi, dan pekerjaan lain. Saat ini, pihaknya terus melaksanakan tugas dan fungsi guna mencari siapapun orang asing ilegal. Nantinya, setiap tiga bulan bakal dievaluasi.

“Kebetulan saja, saat ini paling banyak WNA Tiongkok yang kami dapatkan,” tandas Susy.

Sementara itu, Kepala kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, Deden Gunawan menegaskan, akan melanjutkan tugas yang telah dijalankan dan meningkatkan kinerja guna mencapai target kerja kantor Imigrasi. Deden juga mengaku berkoordinasi dengan Timpora guna mengawasi WNA.

Baca Juga  ODGJ Hujam Perempuan Sukmajaya 11 Tusukan

“Dalam menangani WNA di Kota Depok, dibutuhkan kerja sama dari seluruh Forkopimda Kota Depok,” singkat Deden. (dic)