Foto: Dicky/Radar Depok MASIH DIDATANGI : Kediaman Salman Nuryanto yang berada di perumahan Palem Ganda Asri Kecamatan Limo, masih didatangi sejumlah nasabah yang ingin mengambil uangnya, kemarin.
yamaha-nmax

 

MASIH DIDATANGI : Kediaman Salman Nuryanto yang berada di perumahan Palem Ganda Asri Kecamatan Limo, masih didatangi sejumlah nasabah yang ingin mengambil uangnya, kemarin. Foto: Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Polresta Depok mulai direpotkan Bos Pandawa Mandiri Group, Salman Nuryanto. Keladinya, hari ini merupakan terakhir pria asal pemalang Jawa Tengah tersebut mengembalikan dana nasabah yang jumlahnya triliunan. Kabarnya, Polresta Depok menyiagakan 100 anggota di kantor Pandawa Mandiri Group dan rumah Nuryanto.

“Kami sudah siapkan sekitar 100 personel untuk pengamanan di titik-titik rawan, kantor Pandawa dan rumah Salman Nuryanto di Limo,” ujar Wakapolresta Depok, AKBP Candra Kumara, kemarin.

Candra meminta nasabah tidak bertindak di luar batas wajar, apalagi hingga bertindak anarkis. “Kami sudah pasang garis polisi di TKP. Jadi, kami imbau tidak ada yang anarkis karena aset Pandawa juga jadi obyek pemeriksaan penyidik,” tegasnya.

Terpisah,  Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing menyatakan, pengegakkan hukum akan dilakukan kepolisian. Karena sejauh ini juga sudah ada yang melaporkan ke polisi.

“Besok (hari ini) Salman Nuryanto mesti mengembalikan dana nasabah. Jika tidak terpaksa akan dilakukan menindakan hukum,” katanya singkat.

Pantauan Radar Depok, Perumahan Palem Ganda Asri (PGA) tempat kediaman bos Pandawa dan leader masih banyak ditunggu kedatangannya dari sejumlah nasabah.

Salah seorang nasabah asal Bogor, Aprizal mengatakan, sudah beberapa hari dia harus meluangkan waktunya guna mendatangi kediaman mantan pedagang bubur ayam ini.

Kedatangan Aprizal guna mengetahui kepastian pengembalian uang yang dia simpan di Pandawa Mandiri Group sekitar Rp110 juta.

“Saya seperti menunggu tanpa kepastian, padahal dari ucapan leader Salman Nuryanto akan mengembalikan uang nasabah pada 1 Februari,” ujar Aprizal kepada Radar Depok, kemarin.

Aprizal mengungkapkan, telah pesimis bahwa uangnya akan dikembalikan Pandawa Mandiri Group. Hal itu dapat dilihat dari tidak hadirinya Salman Nuryanto dan leadernya dari pemanggilan OJK.

Seharusnya, apabila Pandawa Mandiri Group memiliki niat baik seharusnya mendatangi pemanggilan tersebut bukan seperti melarikan diri.

Selain itu, sambung Aprizal pemilik Pandawa Mandiri Group dapat menemui nasabah yang mendatangi rumahnya guna memberikan kepastian yang jelas sehingga tidak membuat nasabah harus mendatangi kediamannya.

Bukan hanya itu saja, leader harus bertanggungjawab atas uang nasabah, karena leader yang mengajak nasabah bergabung kedalam Pandawa Mandiri Group.

“Sayangnya leader seperti lepas tangan, dan menyerahkan semuanya kepada Salman Nuryanto,” tukas Aprizal. (dic)