Foto: Febrina/Radar Depok PENANDATANGANAN : Pemkot Depok bersama Pengadilan Agama Kota Depok, Kementerian Agama Kota Depok menandatangani MoU Isbat Nikah di Ruang Edelweis Lantai 5 Balaikota Depok, kemarin.

 

PENANDATANGANAN : Pemkot Depok bersama Pengadilan Agama Kota Depok, Kementerian Agama Kota Depok menandatangani MoU Isbat Nikah di Ruang Edelweis Lantai 5 Balaikota Depok, kemarin. Foto: Febrina/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Tahun ini, Pemkot Depok menargetkan dapat menjaring sebanyak 330 pasangan suami istri yang belum memiliki akta nikah, untuk ikut dalam program isbat nikah yang bekerjasama dengan Pengadilan Agama dan Kementerian Kota Depok.

Demi suksesnya pelaksanaan program tersebut, Walikota Depok, Mohammad Idris meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dapat berkoordinasi dengan camat dan lurah-lurah yang wilayahnya mendata warganya yang belum memiliki akta nikah.

“Kami mendukung penuh program seperti ini diadakan di Kota Depok, karena dapat berguna bagi pasangan suami istri yang belum tercatat administrasi secara hukum. Terlebih lagi, kegiatan ini tidak dipungut biaya sepeser pun.

Disdukcapil bersama camat dan lurah harus proaktif mendata warga Depok, mana saja yang belum memiliki akta nikah yang sah,” ucap walikota  usai penandatangan MoU Isbat Nikah di Ruang Edelweis Lantai 5 Balaikota Depok, kemarin.

Ia menjelaskan, akta nikah diperlukan sebagai bukti adanya perkawinan  dan jaminan bagi suami atau istri. Serta akan melindungi hak anak yang lahir dari perkawinan tersebut. Kata Idris, pengesahan pernikahan melalui isbat nikah yang difasilitasi Pemkot Depok dan bekerjasama dengan Pengadilan Agama dan Kementerian Agama Kota Depok pada dasarnya bukan hanya untuk keperluan negara.

“Tapi, pada dasarnya agama juga mewajibkan untuk mengesahkan perkawinan yang sudah dilaksanakan,” Papar Idris.

Sementara, Kepala Disdukcapil Kota Depok, Misbahul Munir menjelaskan, pelaksanaan isbat nikah dibagi tiga kegiatan, yaitu pengesahan perkawinan oleh Pengadilan Agama dan penerbitan kutipan akta nikah oleh Kementerian Agama (KUA setempat).

“Penerbitan kutipan akta kelahiran bagi anak hasil pernikahan siri, jadi satu dalam satu program bisa sekaligus tiga kegiatan kami layani. Insya Allah pertama di Kecamatan Pancoran Mas pada 24 Februari.

Bagi warga yang dekat-dekat dengan Kecamatan Pancoran Mas, bisa daftar ke kelurahan masing-masing,” Ajak Munir. (ina)