Foto: Dicky/Radar Depok KLARIFIKASI : Pengelola Kampung 99 bersama pengurus lingkungan RW01 dan RW02 Kelurahan Meruyung menunjukan bukti persetujuan warga terhadap keberadaan Kampung 99, kemarin.
yamaha-nmax

 

KLARIFIKASI : Pengelola Kampung 99 bersama pengurus lingkungan RW01 dan RW02 Kelurahan Meruyung menunjukan bukti persetujuan warga terhadap keberadaan Kampung 99, kemarin. Foto: Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Kendati ada isu miring terkait pemalsuan tanda tangan dalam mengurus izin. Tidak membuat Kampung 99 Pepohonan di Keelurahan Meruyung, Limo urungkan niat menghijaukan Kota Depok, dengan menyuguhkan konsep pepohonan, kemarin.

Mantan Ketua RW2 Kelurahan Meruyung, Ahyadi mengatakan, tidak membenarkan pemalsuan tanda tangan dalam memberikan rekomendasi Kampung 99 Pepohonan. Menurutnya, dia bersama ikut menandatangani dalam pemberian rekomendasi Kampung 99 Pepohonan.

“Saya bersama warga ikut merekomendasikan terhadap Kampung 99 Pepohonan, jadi menurut kami tidak benar kalau ada pemalsuan tanda tangan,” ujar Ahyadi kepada Radar Depok, kemarin.

Ahyadi menjelaskan, keberadaan Kampung 99 Pepohonan banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat disekitar. Seperti pemberian hewan, untuk dijadikan hewan kurban pada hari raya Idul Adha. Bahkan, beberapa masyarakat disekitar direkrut sebagai karyawan di Kampung 99 Pepohonan.

Baca Juga  Berkhidmat untuk Rakyat, PKS Tebar kurban

Pemilik Kampung 99 Pepohonan, Yasser Arafat Suaidy menegaskan, tidak ada pemalsuan dalam penandatanganan terhadap Kampung 99 Pepohonan. Ada 302 masyarakat dan 15 tokoh masyarakat diwilayah Kelurahan Meruyung membubuhkan tanda tangan terhadap persetujuan Kampung 99 Pepohonan. Bukan hanya itu saja, diwilayah Kelurahan Rangkapanjaya Baru ada 31 warga bersama tokoh masyarakat melakukan hal yang sama.

“Tidak benar bahwa Kampung 99 memalsukan pendantangan persetujuan warga,” bantah Yaser.

Saat ini, sambung Yaser Kampung 99 telah mengikuti seluruh peraturan Pemkot Depok, baik dalam perizinan maupun jumlah hewan di Kampung 99 Pepohonan. Bahkan dia menolak secara tegas bahwa Kampung 99 Pepohonan bergerak dalam peternakan.

Padahal, Kampung 99 Pepohonan merupakan edukasi wisata dan menjadi salah satu ruang terbuka hijau Kota Depok.

Baca Juga  Sidang Vonis Nenek Arpah Ditunda

Yaser menuturkan, Kampung 99 Pepohonan banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar, karena Kampung 99 Pepohonan menanamkan sifat kebersamaan. Dia mencontohkan hampir 50 persen pegawai merupakan warga sekitar Kampung 99 Pepohonan.

Bahkan, pihaknya telah menyiapkan guna membantu PKK RW1 mengikuti kejuaraan ditingkat Provinsi sebagai perwakilan Kota Depok.

“Keberadaan Kampung 99 Pepohonan ingin membantu masyarakat sekitar dalam edukasi wisata dan Pemerintah Kota Depok,” ucap Naser.(dic)