Foto: Ricky/Radar Depok SUDAH LAMADIKOMPLAIN WARGA: Tower BTS yang berdiri kokoh di RT01/01 Kelurahan PGS, Cimanggis, kemarin akhirnya mulai dibongkar. Warga yang tinggal di sekitar BTS memang sudah tidak menginginkan adanya BTS tersebut. (Insert) Perangkat penguat sinyal BTS diturunkan. (Insert) Nantinya BTS akan dibongkar seluruhnya.

 

SUDAH LAMA DIKOMPLAIN WARGA: Tower BTS yang berdiri kokoh di RT01/01 Kelurahan PGS, Cimanggis, kemarin akhirnya mulai dibongkar. Warga yang tinggal di sekitar BTS memang sudah tidak menginginkan adanya BTS tersebut. (Insert) Perangkat penguat sinyal BTS diturunkan. (Insert) Nantinya BTS akan dibongkar seluruhnya. Foto: Ricky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Desakan warga selama tiga tahun akhirnya tidak sia-sia. Tower Base Transceiver Station (BTS) yang terdapat di RT01/01 Kelurahan Pasir Gunung Selatan (PGS), Cimanggis, akhirnya dibongkar oleh pihak vendor mulai Selasa (14/2).

Atasnama warga, Ketua RT01/01, Wagiran, mengapresiasi semua pihak, dalam hal ini Pemkot Depok dan Indosat yang telah bekerja sama menyelesaikan permasalahan warga terkait berdirinya tower tersebut di lingkungannya. “Sekarang sudah mulai action pembongkarannya,” kata Wagiran kepada Radar Depok.

Menurut dia, ini semua juga tidak lepas dari komitmen warga yang terus konsisten untuk meminta BTS dibongkar, karena keberadaannya sangat mengganggu. “Warga kompak untuk meminta provider membongkar BTS ini,” ucap Wagiran.

Sekretaris RT01/01, Sumadi, menambahkan, sesuai kesepakatan dengan pihak vendor setelah pertemuan September 2016 lalu, vendor meminta waktu untuk mengurus administrasi pembongkaran.

“Alhamdulillah sudah dilaksanakan sekarang. Setahu saya, ini baru pertama kali di Depok, BTS yang dikeluhkan warga dapat dibongkar,” kata Sumadi.

Menurut dia, warga RT01 memang sudah tidak menginginkan adanya BTS. Selain mengganggu kesehatan, adanya BTS kerap merusak alat elektronik.

“Dulu vendor-vendor yang datang mendengar keberatan warga, tapi tidak diberitahukan ke pimpinan mereka. Sampai akhirnya warga melayangkan surat dan mulai actionnya 2012. Sampai 12 kali pertemuan dan itu pun baru dua kali terakhir bertemu dengan vendor sebenarnya,” sambungnya.

Sumadi mengaku banyak vendor yang memasang alat di BTS tersebut, tapi untuk pembongkaran dihandel dua pihak, yakni penanganan perangkat dari PT. Panca Karsa Sejahtera dan fisik tower oleh PT. Senopati.

“Saya sempat menanyakan ke pekerjannya, kalau perangkat bisa dua hari selesai, itu jika kondisi cuacanya bagus. Fisiknya juga dua hari, teknisnya mereka yang tahu bagaimananya,” tandas Sumadi.

Salah seorang warga RT01/01, Juwandi, mengucapkan terima kasih kepada Indosat, karena sekali pun berbisnis, Indosat masih memperhatikan masyarakat.

“Kami usaha sampai action pembongkaran dikawal terus. Sampai orang pusatnya turun langsung mendengarkan keluhan kami. Kalau tidak dikawal, belum tentu dapat dibongkar BTS-nya,” kata Juwandi. (cky)