Foto: Dicky/Radar Depok SEMPAT NGAMUK : Budi yang diduga stress saat diamankan Satpol PP Kota Depok, usai mengamuk di Polresta Depok, kemarin.

 

SEMPAT NGAMUK : Budi yang diduga stress saat diamankan Satpol PP Kota Depok, usai mengamuk di Polresta Depok, kemarin. Foto: Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Entah apa yang merasuki Budi Purnomo. Pria berusia  30 tahun ini mengamuk di Polresta Depok dengan berteriak sebelum anggota Polresta Depok melaksanakan apel pagi, kemarin. Diduga Budi memiliki gangguan pikiran, pihak Polresta Depok menyerahkan Budi ke Dinas Sosial Kota Depok.

Kabag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus mengatakan, sejumlah anggota yang tengah bertugas sempat dikejutkan dengan kedatangan Budi di Polresta Depok. Saat itu Budi mendatangi anggota yang tengah berjaga, anggota sempat berkomunikasi dengan Budi. Namun, anggota dikejutkan dengan Budi yang mengeluarkan suara lantang atau berteriak dengan pembicaraan tidak jelas.

“Kejadiannya sekitar pukul 07.30 WIB, sebelum anggota Polresta Depok melaksanakan apel pagi,” ujar Firdaus kepada Radar Depok, kemarin.

Guna menenangkan Budi, sambung Firdaus Budi dibawa keruangan SPK guna menenangkan sehingga akan mudah guna berkomunikasi. Nyatanya, Budi tetap berteriak layaknya memiliki gangguan mental. Bukan hanya itu, Budi menyerang anggota dengan cara mendang sehingga pihaknya mengamankan Budi guna tidak melakukan hal lain yang tidak diinginkan.

Firdaus mengungkapkan, melihat Budi tidak seperti masyarakat umumnya. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Depok dan menyerahkan Budi guna ditangani lebih lanjut.

Sementara itu, Budi yang diduga memiliki gangguan kejiwaan mengaku, tidak sadarkan diri saat mengamuk di Polresta Depok, dia baru menyadari saat berada di Dinas Sosial Kota Depok. Pria yang mengaku berasal dari Lenteng Agung Jakarta Selatan, kedatangannya ke Polresta Depok seperti ada yang membawa dirinya.

“Saya tidak tahu kalau melakukan kesalahan di Polresta Depok, bahkan saya datang ksana seperti ada yang membawa saya,” terang Budi.

Budi menuturkan, bahwa sebelumnya dia sempat dirawat di RS Marjuki Mahdi diwilayah Bogor. Dia mendapat dugaan karena memiliki gangguan kejiwaan. Namun, sejatinya dia merasa bahwa dia hidup normal, namun sejak beberapa tahun lalu dia merasa seperti ada sesuai yang mengendalikan dirinya sehingga dia lupa akan sesuatu yang dia lakukan, setelah sadar dirinya dikelilingi banyak orang karena telah melakukan sesuatu.

“Sudah beberapa tahun saya seperti ini, saya tidak tahu mengapa saya seperti ini. Saat sadar saya sudah banyak dikelilingi orang karena telah melakukan sesuatu,” ucap Budi.

Dari pantauan Radar Depok, Budi sempat keluar dari ruang pelayanan Dinas Sosial. Dia sempat berada disekitar lingkungan Balaikota Depok dengan tangan terikat ke belakang dan mulut bagian bawah masih mengenakan lakban berwarna hitam. Melihat hal tersebut, anggota Satpol PP yang bertugas di pos pintu masuk kantor Balaikota Depok berhasil mengamankan Budi.

Kabid Rehabilitasi sosial Dinas Sosial Kota Depok, Devi Maryori membenarkan bahwa pihak Polresta Depok menyerahkan Budi yang mengalami gangguan mental. Dari pendataan yang dilakukan pihaknya, Budi berasal dari wilayah Lenteng Agung Jakarta Selatan.

Usai melaksanakan pendataan, Dinas Sosial membawa Budi ke Rumah Sakit Marzuki Mahdi Bogor dilaksanakan pemeriksaan kesehatan mental.

“Budi sudah kami antarkan ke RS Marjuki Mahdi guna diperiksa kesehatan mentalnya,” singat Devi.  (dic)