Foto: Ricky/Radar Depok CEK LANGSUNG: Camat Tapos Muchsin Mawardi (tengah), didampingi Lurah (kedua kiri), LPM, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatijajar, meninjau lokasi pengerukan Situ Jatijajar.

 

CEK LANGSUNG: Camat Tapos Muchsin Mawardi (tengah), didampingi Lurah (kedua kiri), LPM, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatijajar, meninjau lokasi pengerukan Situ Jatijajar. Foto: Ricky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Situ Jatijajar yang kini sedang dalam tahap normalisasi dari karya bakti hasil kerja sama Kodam Jaya dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) ditinjau Camat Tapos, Muchsin Mawardi, Selasa (14/2).

Muchsin yang datang bersama Lurah Jatijajar, Sugino dan Ketua LPM Kelurahan Jatijajar, Emil Yan Kadri mengapresiasi Kodam Jaya dan BBWSCC yang telah melakukan pengerukan tersebut.

“Alhamdulillah, Kodam dan BBWSCC melakukan normalisasi Situ Jatijajar. Kami support kegiatan ini, karena mengoptimalkan fungsi situ. Sejatinya konsep dari Kementerian PU,” kata Muchsin kepada Radar Depok.

Adanya normalisasi ini, kata dia, akan berdampak pada perluasan situ dan serapan air untuk wilayah Kelurahan Jatijajar semakin banyak. Selanjutnya, pihak kecamatan akan mengoptimalisasi fungsi situ, di samping menjadi daya tarik wisata tidak hanya untuk penduduk setempat, tapi warga Kota Depok dan sekitarnya.

Di Kecamatan Tapos sendiri terdapat tiga situ yakni, Situ Patinggi di Kelurahan Tapos,  Situ Jatijajar di Kelurahan Jatijajar dan Situ Cilangkap di Kelurahan Cilangkap.

“Tinggal bagaimana merawatnya. Kami ingin membuat program, tapi situ kan kewenangannya PU Pusat. Intervensi program kami harus komunikasi dulu dengan pusat,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Lurah Jatijajar Sugino menambahkan, untuk melakukan normalisasi, pihaknya sudah mensosialisasikan dengan 13 penggarap di situ yang menjadi persawahan, pemancingan dan kebun. Dari pemerintah pun tidak ada uang ke rohiman, tapi karena sosialisasi berjalan baik, akhirnya para penggarap mau menyerahkan lahan garapannya untuk difungsikan kembali sebagai situ.

“Mereka mau menerima, merasa tidak memiliki, tidak komplain, setelah sosialisasi tidak ada kerohiman. Karena lokasi situ yang dinormalisasi belum ada bangunan dan para penggarap tidak memiliki surat-surat,” paparnya.

Menurut surat pemberitahuan, lanjut dia, pekerjaan akan berlangsung selama tiga bulan dan sudah dilakukan sejak dua minggu lalu. Ia mengharapkan, setelah dinormalisasi akan meningkatkan kebersihan dan keindahan situ. Hal ini, juga tidak lepas dengan kesadaran masyarakat menjaga situ itu sendiri.

“Pada 2016 di Situ Jatijajar sudah dibangun dermaga untuk sepeda air dan sarana toilet. Semoga dengan dibarengi dengan anggaran dari kementerian atau dinas dapat membuat jogging track,” kata Sugino. (cky)