Dicky/Radar Depok SAMPAIKAN : Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok, Eti Suryahati saat menyampaikan perencanaan DLHK dalam Forum OPD DLHK di Wisma Hijau Cimanggis, kemarin.

 

SAMPAIKAN : Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok, Eti Suryahati saat menyampaikan perencanaan DLHK dalam Forum OPD DLHK di Wisma Hijau Cimanggis, kemarin. Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Depok, tiap tahun akan menambah lima unit armada kendaraan pengankut sampah. Keputusan itu diambil didasari masih minimnya kendaraan operasional saat mengakut sampah ke TPA Cipayung.

Kepala DLHK, Ety Suryahati mengatakan, masih membutuhkan penambahan kendaraan operasional pengangkut sampah, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dan mengatasi permasalahan sampah di Kota Depok. Ety menargetkan, pada 2017 DLHK dapat mengakut sampah sebanyak 54 persen.

“Kami berencana akan menambah lima kendaraan operasional guna mengangkut sampah Kota Depok,” kata Ety saat forum OPD DLHK di Wisma Hijau, kemarin.

Perempuan yang dijuluki Risma-nya Kota Depok ini mengungkapkan, DLHK memiliki 94 kendaraan operasional yang digunakan untuk pengangkutan sampah, dan penyiraman taman.

Guna memaksimalkan kendaraan yang ada, setiap kecamatan diberikan satu kendaraan yang dapat mengangkut sampah dalam jumlah besar.

Kendaraan tersebut dalam sehari di operasionalkan sebanyak dua rit, guna mengangkut sampah yang dihasilkan masyarakat.

Selain itu, sambung Ety mengapresiasi Pemerintah DKI Jakarta yang akan membantu 20 unit kendaraan operasional pengangkut sampah.

Apabila bantuan kendaraan operasional dapat terealisasi, akan memudahkan Pemkot Depok meningkatkan pelayanan sampah kepada masyarakat, sehingga secara perlahan permasalahan sampah dapat teratasi dengan baik.

“Semoga rencana bantuan 20 kendaraan operasional dapat terlaksana, sehingga akan bermanfaat membantu kami dalam pengangkutan sampah,” ujar Ety.

Salah seorang anggota forum OPD DLHK, Rahman menuturkan, mengatasi permasalahan sampah tidak hanya dengan melaksanakan sosialisasi. Namun, Pemkot Depok melaksanakan gerakan nyata dan terealisasi dengan hasil yang baik. Dia menilai, selama ini gerakan nyata dalam penanganan sampah hanya bersifat seremonial.

“Jangan hanya seremonial, karena permasalahan di Kota Depok tidak butuh kegiatan bersifat seremonial,” terang Rahman.

Rahman mengatakan, selain melaksanakan kegiatan nyata, Pemkot Depok harus memberikan tindakan tegas kepada oknum pembuang sampah liar. Pemberian sanksi kepada pembuang sampah berupa sanksi administrasi belum memberikan efek jera. Menurutnya, Pemkot Depok dapat mencari solusi lain guna memberi efek jera kepada oknum pembuang sampah.

“Pemkot dapat memberikan saksi berupa membersihkan jalan, sehingga pembuang sampah akan merasa malu karena dilihat orang,” ucap Rahman. (dic)