Foto: Dicky/Radar Depok CEK KONDISI : Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Yayan Arianto tengah melihat kendaraan Damkar yang tidak layak di pos Satlakar Kecamatan Sukmajaya, beberapa waktu lalu.

 

CEK KONDISI : Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Yayan Arianto tengah melihat kendaraan Damkar yang tidak layak di pos Satlakar Kecamatan Sukmajaya, beberapa waktu lalu. Foto: Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Berjuang memadamkan api saat peritiwa kebakaran dibutuhkan kesiapan saran dan prasaran menunjang. Namun, tidak bagi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok. Dari delapan kendaraan Damkar kondisinya kurang baik, empat diantaranya tidak layak digunakan untuk menaklukan api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Yayan Arianto mengatakan, masih ada beberapa kekurangan sarana dan prasarana dalam mengantisipasi peristiwa kebakaran.

Selain belum memiliki mobil tangga setinggi 55 meter, ada delapan kendaraan damkar kondisinya cukup memprihatinkan. Namun, pihaknya akan memaksimalkan kendaraan dalam kondisi prima guna membantu masyarakat apabila terjadi peristiwa kebakaran.

“Dari delapan kendaraan, empat kendaraan dinilai tidak layak,” ujar Yayan kepada Radar Depok, Jumat (17/2).

Yayan menejelaskan, empat kendaraan yang dinilai tidak layak akan disulap yang sebelumnya guna mengangkut air, nantinya akan diubah fungsi sebagai pengangkut selang mapun petugas pemadam. Hal itu, guna memaksimalkan dan kendaraan yang tidak layak dapat berfungsi kembali guna membantu pemadaman api.

Saat ini, sambung Yayan Damkar memiliki 35 kendaraan damkar yang dapat mengangkut 3000 hingga 5000 liter air, sedangkan enam kendaraan mengangkut 1000 liter air.

Tidak hanya itu, peningkatan kualitas SDM Damkar terus ditingkatkan dengan mengikuti sejumlah pelatihan dan penyelamatan. Yayan menyebutkan, ada 180 juru pemadam dari 265 pegawai Damkar, dan juru pemadam telah memiliki sertifikat dari Kementerian Dalam Negeri.

“Dengan kendaraan dan SDM yang kami miliki dapat memberikan yang terbaik kepada masyarakat dalam mencegah peristiwa kebakan dan melakukan penyelamatan,” terang Yayan.

Satuan Relawan Kebakaran (Satlakar) 52 Kelurahan Cilangkap, Yoesbandi menuturkan, dengan kemampuan dan pelatihan yang diikuti, dia siap membantu Damkar dalam memadamkan api sebagai langkah penanganan dini guna mencegah melebarnya apai sehingga membakar dan menghangus objek bangunan.

“Kami akan berusaha maksimal memadamkan api dan mengingatkan kepada masyarakat guna mengantisipasi terjadinya kebakaran, serta meminta masyarakat guna mengecek terlebih dahulu keamanan rumah sebelum ditinggalkan,” ucap Soebandi. (dic)