Foto: Ricky/Radar Depok BERANI TAMPIL : Peserta saat mengikuti Imofest 2017 yang diselenggarakan Sanggar Harmony di Cimanggis Square.

 

BERANI TAMPIL : Peserta saat mengikuti Imofest 2017 yang diselenggarakan Sanggar Harmony di Cimanggis Square. Foto: Ricky/Radar Depok

Sanggar Harmony tidak hanya melatih siswa-siswi, mereka juga menjaring siswa-siswi di beberapa kota untuk ditampilkan dalam sebuah ajang yang dinamakan Indonesian Model Festival (Imofest).

Laporan : RICkY JULIANSYAH, Radar Depok

Satu per satu anak maju setelah nomor urutnya dipanggil pemandu acara. Begitu di pentas, mereka berjalan layaknya peragawan dan peragawati yang beraksi di catwalk.

Sementara, bola mata juri tidak lepas memperhatikan peragawan dan peragawati cilik yang berlenggak-lenggok di pentas. Ajang ini merupakan acara tahunan di mana 2017 dilaksanakan untuk Jabodetabek, dan tàhun lalu diselenggarakan di Jawa Tengah.

“Sekarang area Cimanggis, untuk Jakarta Timur, tapi karena banyaknya peserta jadi dibagi menjadi dua, yakni dari Cibubur hingga Cimanggis dan Taman Mini ke arah timur,” tutur Pimpinan Sanggar Harmony, Yopie Urband.

Tidak kurang dari 70 anak mengikuti putaran final region Jakarta Timur Imofest, sebuah ajang pencarian bakat model yang diselenggarakan Sanggar Harmony di Cimanggis Square pertengahan Februari.

Sebenarnya, mereka bukan anak-anak yang tergabung sebagai anggota dari Sanggar Harmony. Tetapi, dijaring melalui audisi yang dilakukan sebelumnya ke beberapa sekolah.

Pria yang juga koordinator dalam even tersebut ini mengungkapkan, finalis yang tampil merupakan hasil audisi di tiap sekolah yang didatangi panitia. Tercatat 200 lebih peserta yang ikut audisi untuk usia 7-12 tahun, dan terseleksi menjadi 70 finalis yang tampil di ajang ini.

Imofest bekerjasama dengan beberapa sponsor, dengan membeli produk tertentu, dapat kupon untuk audisi. Sedangkan, tujuan dari acara ini untuk memberikan pemahaman bagi peserta dari yang sebelumnya tidak mengerti modeling, hingga berani tampil dan endingnya bisa berprofesi sebagai model dan artis.

“Finalis terbaik nantinya akan kami promosikan ke program TV dan produk, kemudian jadi bintang tamu diacara kami selanjutnya. Seperti anak-anak yang tergabung dalam sanggar harmony,” ucap Yopie.

Namanya gawean Sanggar Harmony, tidak afdol rasanya tanpa melibatkan siswa-siswi didiknya di ajang tersebut. Mereka dilibatkan untuk membantu memberikan tropi dan hadiah kepada para peserta terbaik.

Bahkan, tidak hanya siswa-siswi, orangtua peserta didik pun ikut tampil memenuhi panggung untuk menari bersama anak-anak mereka.

“Siswa kami libatkan, ini salah satu praktek langsung, seperti yang saya bilang dulu. Pokoknya tidak rugi mengembangkan bakat dan minat di Sanggar Harmony,” pungkas Yopie. (Habis)