Foto: Agung/Radar Depok RAMPUNGKAN SIMULASI: Kegiatan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2017 di salah satu SMK Kota Depok berlangsung aman dan lancar. Dinas Pendidikan Kota Depok menyatakan, semua sekolah peserta UNBK serentak telah siap melaksanakan UNBK seratus persen. Untuk persiapan keamanan, Disdik telah menggandeng TNI-Polri, dan instansi terkait termasuk PLN.
RAMPUNGKAN SIMULASI: Kegiatan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2017 di salah satu SMK Kota Depok berlangsung aman dan lancar. Dinas Pendidikan Kota Depok menyatakan, semua sekolah peserta UNBK serentak telah siap melaksanakan UNBK seratus persen. Untuk persiapan keamanan, Disdik telah menggandeng TNI-Polri, dan instansi terkait termasuk PLN. Foto: Agung/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Pascasimulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di jenjang SMA/SMK/MA pada pekan lalu, hari ini (27/2) giliran ribuan siswa di tingkat SMP/MTS (dan sederajat) mengikuti simulasi UNBK secara serentak. Namun, bagaimana dengan persiapan yang telah dilakukan Pemkot Depok melalui Dinas Pendidikan guna menghadapi UNBK.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Depok, Mulyadi menegaskan, mulai dari jenjang SMP, MTs, SMA, Aliyah, SMK, dan sederajat di Kota Depok seratus persen siap melakukan Ujian Nasional melalui UNBK. Ia mengimbau, semua sekolah yang melaksanakan UNBK agar menyiapkan genset atau perangkat yang menghasilkan daya listrik, sebagai antisipasi bila terjadi gangguan listrik, walaupun Disdik telah berkoordinasi dengan PLN.

“Persiapan UNBK sudah maksimal, hanya saja setiap sekolah harus menyiapkan genset. Jaga-jaga ada hal yang tidak diinginkan,” ungkap Mulyadi kepada Radar Depok.

Diketahui, tahun ini terdapat 431 sekolah yang menjalani UNBK. Terdiri dari 237 SMP, 82 SMA, 112 SMK, dengan jumlah siswa 43.262. Mulyadi menyebutkan, tidak semua sekolah dapat melaksanakan UNBK secara mandiri. Dari 431 sekolah, 50 diantaranya UNBK-nya bergabung dengan sekolah lain.

“Ini data sementara, karena masih tahap simulasi. Jadi ada sekolah yang nantinya ingin UNBK mandiri, ya akan berubah juga datanya,” ujar Mulyadi.

Senada, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Kota Depok, Herry Pansila mengatakan, di tingkat SMA (sederajat) Kota Depok, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor telah siap seratus persen melaksanakan UNBK tahun ini.

“Tidak ada yang pakai paper dan pensil. Persiapannya selama ini sih mereka mampu memfasilitasi komputernya,” kata Herry saat ditemui Radar Depok, dalam Workshop Pendidikan di Jalan Pedurenan Kecamatan Cimanggis, Sabtu (25/2).

Selama memantau persiapan UNBK, Herry mengaku, belum menemukan masalah yang serius terkait UNBK. Hal itu dapat dilihat dari beberapa kali simulasi UNBK di masing-masing sekolah. Tetapi, yang ia khawatirkan adanya aksi pencurian komputer sehingga perlu pengawalan ketat kepolisian dan TNI.

“Kendalanya di situ sebenarnya (pencurian komputer, Red) bukan kendala teknis kegiatan UNBK-nya. Tapi justru ini ada ancaman dari luar. Beberapa sekolah sudah kecurian,” terang Herry kepada Radar Depok.

Selama simulasi, lanjut Herry, belum ada pemadaman listrik dari PLN. Sebab, sejumlah sekolah ada yang menyewa genset, bahkan mengirim surat kepada PLN agar saat pelaksanaan UNBK dan simulasi tidak terjadi pemadaman.

“Sejauh simulasi ini belum terjadi pemadaman. Ada yang menyewa genset, dan kirim surat ke PLN. Bahkan Kadisdik Jawa Barat juga sudah berkomunikasi dengan PLN,” ujarnya.

Herry menyatakan, UNBK bentuk investasi siswa agar mengerjakan ujian secara jujur. UNBK juga jaminan bahwa tidak adanya kebocoran soal. Jika sukses, maka UNBK akan terus lanjut ke tahun berikutnya.

“H-3 sekolah sudah bisa download soal. Jadi kalau ada hacker atau soal bocor, ya harus download soal lagi. Kalau ada kebocoran, Senin pagi soal itu bisa langsung berubah, kan kombinasi soal itu puluhan ribu, makanya mungkin tahun depan bisa ratusan ribu. Konten soal itu akan makin banyak,” jelasnya.

Disdik Kota Depok pun selalu mengawasi kebocoran soal lewat Media Sosial. Diimbau kepada masyarakat, yang mengetahui adanya kebocoran soal UNBK harap melaporkan ke Disdik Kota Depok atau ke pusat.

“Informasi sekolah yang mengalami kebocoran soal biasanya terdeteksi di media sosial. Kami pantau dari medsos juga,” tutup Herri. (cr1)