Foto: Irwan/Radar Depok KHUSYUK: Walikota Depok, Mohammad Idris (dua dari kiri) dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna (tengah) melantunkan doa-doa dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, di kediaman Pradi, Beji, Sabtu (18/2).

 

KHUSYUK: Walikota Depok, Mohammad Idris (dua dari kiri) dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna (tengah) melantunkan doa-doa dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, di kediaman Pradi, Beji, Sabtu (18/2). Foto: Irwan/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Setahun sudah Mohammad Idris dan Pradi Supriatna mengemban jabatan sebagai Walikota – Wakil Walikota Depok. Sabtu (18/2) pagi di kediaman Pradi, bilangan Beji, digelar Maulid Nabi Muhammad SAW. Ribuan warga yang datang memberi doa bagi Idris-Pradi. Intinya, agar mereka bisa membangun Depok jadi lebih baik lagi.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe menilai jika selama satu tahun menjabat, Idris-Pradi sudah cukup banyak memberi kemajuan bagi Depok. Keduanya pun sangat harmonis.

“Saya kira itu yang diharapkan. Harus terus menggali pendapatan daerah. Bagaimana pendapatan daerah tersebut digunakan sebagai mungkin bagi pembangunan,” ungkapnya kepada Radar Depok.

Ia melihat ada dua tema besar yang mesti dibereskan oleh pemerintahan Idris-Pradi. Yakni, bidang pendidikan dan kesehatan. Namun untuk jangka pendek, dirinya meminta untuk Pemkot Depok menaruh perhatian serius dalam penataan kota.

“Karena saya melihat masih ada titik-titik yang cukup semrawut. Sehingga menyebabkan kemacetan,” ucapnya.

Bicara penanggulangan macet, Sekjen DPD Partai Gerindra Jawa Barat ini mengatakan bila Depok dapat bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta. Misalnya dalam proyek Light rail Transit (LRT).

Menurutnya, LRT haruslah melewati Depok. Jika tidak usaha untuk menekan macet di Jakarta bakal sukar terealisasi. Ia pun berharap agar Idris-Pradi bisa menjalin komunikasi yang baik, terutama bagi Gubernur DKI teripilih kelak.

“Kami di Jawa Barat juga sedang berdiskusi dengan Depok, Bekasi, dan DKI Jakarta dalam menekan macet di ibukota. Masih banyak program lain yang dapat disinergikan, antara Depok dan Jakarta,” tegasnya.

Ditanya soal wacana hibah Rp200 miliar dari Pemprov Jawa Barat ke Depok. Harris menjelaskan bila hal tersebut kini tengah dalam proses pengkajian. “Apa kebutuhan dasar yang diperlukan Depok. Dan bagi saya penataan ruangan yang harus diperbaiki,” tandasnya.

Sementara itu, Pradi menegaskan, pekerjaan rumah yang menjadi fokus pemerintah ialah sarana dan prasarana pendidikan, kemacetan, kesehatan, termasuk persampahan.

“Untuk kaitan dengan kemacetan memang tidak bisa intens. Tapi kita, Depok cukup terbantu dengan infrastruktur yang dibangun Pemerintah Pusat. Terbukanya ruas tol baru. Itu menjadi salah satu solusi menyelesaikan kemacetan di Depok,” kata Pradi.

Hal lainnya mengurangi macet, kata dia, Pemkot Depok ingin membuka ruas jalan baru maupun pelebaran jalan. Contohnya rencana pelebaran Jalan Raya Sawangan.

“Kita sudah mengajukan (pelebaran jalan) ke Pemerintah Pusat. Karena kewenangan Jalan Raya Sawangan adanya di pusat. Kita usulkan diperlebar 24 meter. Jalan Raya Bojongsari, Depok-Bogor, termasuk lanjutan Jalan Juanda kewenangan pusat,” kata dia.

Sementara, untuk sarana dan prasarana pendidikan, kata Pradi, pemerintah kota terus berupaya menambah bangunan sekolah. Pada 2017, dua SLTP akan dibangun di wilayah Beji dan Pancoranmas.

“Anggarannya sudah kita siapkan. Satu SLTP anggarannya Rp10 miliar. Insya Allah tahun ini bisa terbangun,” kata Pradi.

Menurut dia, APBD Kota Depok yang hanya Rp2,7 triliun harus dibagi-bagi ke sejumlah bidang. Pelayanan kesehatan misalnya, sampai saat ini baru ada enam pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang memberikan layanan 24 jam.

“Di tahun-tahun berikutnya akan terus kita dorong agar semua puskesmas membuka layanan 24 jam. Karena memang dengan APBD kita yang tidak terlalu besar, harus disesuaikan dengan seluruh bidang,” pungkasnya. (irw)