Foto: Ricky/Radar Depok DOA BERSAMA: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, didampingi lurah se-Kecamatan Cimanggis dan ulama menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di pelataran parkir Giant Kelurahan Tugu, Cimanggis, kemarin.

 

DOA BERSAMA: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, didampingi lurah se-Kecamatan Cimanggis dan ulama menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di pelataran parkir Giant Kelurahan Tugu, Cimanggis, kemarin. Foto: Ricky/Radar Depok

Tidak hanya mengejar dunia dengan mengedepankan keuntungan bisnis, pihak Giant Cimanggis juga melakukan kegiatan keagamaan dengan mengadakan tablik akbar dan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman parkir supermarket tersebut.

Laporan: RICKY JULIANSYAH, Radar Depok

Pemandangan di salah satu supermarket yang ada di Jalan Raya Bogor Kelurahan Tugu, Cimanggis, agak berbeda dari biasanya. Tenda yang dipasang dengan spanduk sebagai background bertuliskan tablik akbar dan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW terpampang di Giant Cimanggis.

Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) yang dilaksanakan di pusat perbelanjaan yang terletak di Kelurahan Tugu, Cimanggis tersebut menurut Lurah Tugu, Syaiful Hidayat baru pertama kali diadakan sebuah perusahaan retail.

“Setidaknya saat saya menjadi lurah di Tugu, baru ada kegiatan ini di pasar swalayan. Mereka (Giant Cimanggis) tidak hanya mengejar duniawi, mereka juga masih mengedepankan PHBI dan mementingkan umat,” kata Syaiful.

PHBI yang menghadirkan penceramah KH Abu Bakar Madris dan K.H Fahrudin Murodi juga turut dihadiri pejabat di lingkup Pemkot Depok, seperti Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna dan pimpinan kelurahan se-Kecamatan Cimanggis.

Kegiatan yang diinisiasi managemen dan serikat pekerja Giant mendapat hati tersendiri bagi Lurah Tugu. Sebab, mengundang warga sekitar dan mengadakan santunan anak yatim.

“Saat santunan melalui sumbangan dapat Rp 1 juta lebih dan bapak Wakil Walikota juga menambahkan Rp1 juta untuk santunan tersebut,” ucap Syaiful.

Ia berharap, kedepannya perusahaan lain yang ada di Kelurahan Tugu Cimanggis, dapat melakukan hal serupa. Selain itu, dapat memenuhi kuota 30 persen untuk mempekerjakan penduduk lokal.

“Kami ingin, adanya pembangunan dan perusahaan di wilayah Tugu dapat mensejahterakan warga setempat juga. Sehingga, pribumi tidak hanya menjadi penonton di daerah mereka sendiri,” harap Syaiful. (*)