Foto: Dicky/Radar Depok GELEDAH : Anggota Polda Metro Jaya unit Krimsus saat memeriksa kantor Pandawa Group di Jalan Meruyung Kecamatan Limo, guna mencari barang bukti investasi Pandawa Group, kemarin.

 

GELEDAH : Anggota Polda Metro Jaya unit Krimsus saat memeriksa kantor Pandawa Group di Jalan Meruyung Kecamatan Limo, guna mencari barang bukti investasi Pandawa Group, kemarin. Foto: Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Kasus investasi bodong Pandawa Group atau Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group, terus dikebut. Kemarin, tim Gabungan Krimsus Polda Metro Jaya, Polres Depok serta Polsek Limo, membuka paksa pintu kantor Pandawa Group, di Ruko Permata Green RT7/7 Kelurahan Meruyung, Limo sekitar pukul 14:00 WIB. Dalam penggledahan tersebut polisi menyita sejumlah arsip dan dokumen.

Kapolsek Limo, Kompol Imran Gultom mengatakan, pemeriksaan di dua tempat kantor KSP Pandawa selain di RT7/7, juga di RT2/4 Kelurahan Meruyung. Penggledahan ini untuk mendalami kasus investasi Pandawa Group yang memakan korban hingga ribuan nasabah. Buka paksa kantor Pandawa Group sudah berkoordinasi dengan ketua lingkungan setempat dan pemilik ruko.

“Polda Metro Jaya unit Krimsus telah memeriksa di dua ruko eks Pandawa Group, dan menyita sejumlah barang yang berkaitan dengan Pandawa,” ujar Imran kepada Radar Depok, kemarin.

Imran menjelaskan, barang yang disita anggota Krimsus Polda Metro Jaya di kantor KSP Pandawa Mandiri Group Jalan Raya Meruyung RT2/4 Meruyung, diantaranya 10 monitor komputer, 12 dus dokumen, struktur organisasi KSP Pandawa Group, satu buah brankas kecil merk Krisbow, dua buah server CCTV, lima unit CPU, lima unit printer.

Sedangkan pemeriksaan kantor cabang Pandawa Group Ruko Permata Green RT7/7 Meruyung, sambung Imran, diantaranya dua buah TV LED merk Polytron, satu set amplifier, enam buah monitor komputer, lima CPU, tiga unit printer, satu unit mesin fax, dua dus dokumen profit, satu buah server CCTV, satu unit print ID Card, dan empat buah payung Pandawa.

“Sejumlah barang yang disita anggota Polda Metro Jaya dari kantor Pandawa Group guna diteliti lebih mendalam terhadap kasus investasi Pandawa Group,” terang Imran.

Sementara, Ketua RT2/4 Kelurahan Meruyung, Niin mengaku, anggota Polda Metro Jaya meminta dia menjadi saksi dalam membongkar kantor KSP Pandawa Mandiri Group.

Dia menjelaskan, selama operasional KSP Pandawa Mandiri Group berjalan, tidak pernah ada perwakilan dari Pandawa Group meminta izin surat pernyataan atau pengantar apapun dari pengurus lingkungan.

“Tidak pernah berkoordinasi dengan pengurus lingkungan mulai dari berjalannya kantor hingga ditutup seperti sekarang,” ucap Niin.

Niin membeberkan, kesalahan fatal akibat tidak pernah berkoordinasi dengan pengurus lingkungan dapat dilihat dari penulisan alamat. Pihak Pandawa Group menuliskan alamat kantor berada dilingkungan RT2/24, seharusnya yang benar berada di RT2/04. “Mana ada disekitar kami ada RW24, itulah akibat tidak pernah bersilahturahmi dengan lingkungan,” ujar Niin. (dic)

Barang yang disita Polda Metro :

Kantor KSP Pandawa Mandiri Group Jalan Raya Meruyung RT02/04 Kelurahan Meruyung Kecamatan Limo

  • 10 Monitor Komputer
  • 12 Dus Dokumen
  • Struktur organisasi KSP Pandawa Group
  • Satu Buah Brankas Kecil Merk Krisbow
  • Dua Buah Server CCTV
  • Lima Unit CPU
  • Lima Unit Printer.

Kantor Cabang Pandawa Group Ruko Permata Green Rk.07 Jalan Raya Meruyung RT07/07 Kelurahan Meruyung Kecamatan Limo

  • Dua Buah Tv Led Merk Polytron
  • Satu Set Amplifier
  • Enam Buah Monitor Komputer
  • Lima CPU
  • Tiga Unit Printer
  • Satu Unit Mesin Fax
  • Dua Dus Dokumen Profit
  • Satu Buah Server CCTV
  • Satu Unit Print Id Card
  • Empat Buah Payung Pandawa