Foto: Junior/Radar Depok KUNJUNGAN KERJA: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menerima kunjungan kerja Komisi V DPR RI dan Kementerian Perhubungan di Balaikota Depok, kemarin (20/2).Foto: Junior/Radar Depok BAHAS JATIJAJAR: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menerima kunjungan kerja Komisi V DPR RI dan Kementerian Perhubungan di Balaikota Depok, kemarin (20/2).

 

KUNJUNGAN KERJA: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menerima kunjungan kerja Komisi V DPR RI dan Kementerian Perhubungan di Balaikota Depok, kemarin (20/2). Foto: Junior/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong agar proses pembangunan Terminal Jatijajar di Kecamatan Tapos bisa berlanjut. Bahkan ditargetkan tahun 2018 terminal Tipe A ini segera beroperasi. Hal itu disampaikan Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub, Risal Wasal, saat kunjungan kerja ke Balaikota Depok, kemarin (20/2).

Risal menegaskan, pihaknya telah mengusulkan melanjutkan pembangunan Terminal Jatijajar.

“Tinggal siapa, apakah Dirjen Perhubungan Darat atau BPTJ (sebagi penanggungjawab). Kelanjutan pembangunan khususnya di ruang AKAP, kami usulkan dalam waktu dekat ini,” ungkap Risal kepada Radar Depok.

Ia mengatakan, terminal Jatijajar memang menjadi kewenangan pusat (Kemenhub) dalam proses kelanjutan pembangunan. Disinggung nilainya, ia menaksir untuk jembatan senilai Rp6 miliar, dan bangunan sekitar Rp50 miliar.

“Diharapkan rampung secepatnya. Kalau bisa tahun depan selesai. Prosesnya dalam tahap (menuju) lelang,” tegasnya.

Jelasnya, sesuai status Tipe A yang disematkan ke terminal Jatijajar, maka tentu trayek bus yang beroperasi juga akan banyak. Kemungkinan trayek meliputi Jawa-Sumatera. Sebab itu akan disiapkan akses langsung ke Tol Jagorawi. “Pasti akan banyak jumlah busnya,” beber dia.

Dia memastikan, adanya terminal Jatijajar tak akan mematikan terminal Depok. Adanya dua terminal di Depok akan menguntungkan masyarakat. Mobilitas jadi lebih dinamis.

“Hanya tinggal pembagian trayek saja. AKAP (bus luar kota) tetap masuk ke Terminal Jatijajar,” beber dia.

Risal menambahkan, dibangunnya Terminal Jatijajar juga sebagai upaya menertibkan terminal-terminal bayangan yang kerap muncul di sepanjang Jalan Raya Bogor.

Ini berkaitan dengan keberadaan agen PO bus di sana. “Kenapa dibangun itu salah satunya. Menertibkan bus-bus di pinggir jalan. Nantinya tidak ada lagi pemberangkatan di agen. Adanya di terminal,” tegasnya.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, saat ini Pemkot Depok menyelesaikan proses administrasinya. Ini kaitan hibah dari pusat. Karena status Tipe A, maka pengelolaannya dilakukan pusat.

“Sejauh ini pembangunan Jatijajar sudah menghabiskan anggaran Rp120 miliar,” ujar Pradi.

Ia mengatakan, sejumlah kendala menghambat pembangunan. Yakni, pembangunan jembatan dan pembebasan lahan di sebelah timur.

Dirinya optimis bila terminal ini beroperasi, akan memberi dampak baik bagi Kota Sejuta Maulid. Terutama dalam upaya penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Depok.

“Kemacetan di tengah kota juga akan berkurang,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Mahfudz Abdurrahman dalam kelanjutan pembangunan Terminal Jatijajar Perlu ada komunikasi pusat dan daerah. “Contohnya pembangunan jembatan dalam waktu dekat ini. Tiga bulan saya yakin selesai,” beber dia.

Polisi PKS ini tidak mau berandai-andai jika terminal ini bisa beroperasi tahun ini. Sebab memang perlu ada pembahasan ihwal jalan keluar dari terminal.

“Jika tidak ada, khawatir timbul masalah baru. Macet misalnya,” tegasnya.

Senada, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Gandara Budiana mengatakan, belum bisa memastikan kapan terminal Jatijajar bisa berfungsi. Karena kewenangan ada di pemerintah pusat.

“Kami masih analisa trayek angkutan umum yang bakal masuk ke Jatijajar, guna melayani masyarakat,” kata Gandara.

Ada beberapa trayek yang tengah dianalisa, seperti angkutan jurusan Cileungsi, Cibinong dan beberapa angkutan yang dapat melintasi terminal Jatijajar. Sedangkan dalam kota Trayek 05 jurusan terminal Depok – Citayam – Bojong Gede, dan Trayek 06 jurusan terminal Depok Cisalak.

Analisa tersebut dilakukan guna mengetahui berbagai kemungkinan apabila sejumlah trayek dialihkan masuk ke Terminal Jatijajar.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan sejumlah trayek jurusan yang melintas di Jalan Raya Bogor seperti Bogor – Kampung Rambutan, Cibinong – Kampung Rambutan, dan beberapa jurusan lain dapat transit ke Terminal Jatijajar. Sehingga akan membantu dan memudahkan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum menuju tempat tujuan.

“Terminal Jatijajar dapat digunakan sebagai terminal transit bagi trayek yang melintas di Jalan Raya  Bogor,” terang Gandara. (jun/dic)