Foto: Ferdian/Radar Depok JAM KERJA: Suasana Pabrik Sima Prima di di Jalan Raya Parung-Ciputat, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Bojongsari.

 

JAM KERJA: Suasana Pabrik Sima Prima di di Jalan Raya Parung-Ciputat, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Bojongsari. Foto: Ferdian/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Baru saja diberitakan PT Kaisar Laksmi Mas Garment di Jalan Tole Iskandar, Kelurahan Sukamaju, Cilodong yang berlaku semena-mena terhadap karyawannya. Kini, muncul lagi PT Sima Prima di Jalan Raya Cinangka Kelurahan Kedaung, Bojongsari yang memaksa pekerja lembur tanpa bayaran alias Zonk .

Berdasarkan penurutan AB, yang istri dan adiknya sempat bekerja di PT Sima Prima, menilai pekerja di pabrik yang bergerak di industri garmen itu diperlakukan tidak manusiawi, lantaran dipaksa lembur tanpa bayaran.

“Masuk jam tujuh pagi, pulang jam Sepuluh malam. Bahkan sering kali sampai pagi. Pekerja dipaksa lembur. Tapi lemburnya  tidak  dibayar sama sekali,” jelas AB kepada Radar Depok.

Bahkan, menurut kesaksian dia, pemilik perusahaan sempat kucing-kucingan  dengan auditor karena mempekerjakan karyawan magang.  Dan, ketika ada audit, para pekerja magang tersebut disembunyikan di gudang atau ruang atas lantai dua.

“Banyak saudara saya yang kerja di situ. Diantaranya adik  dan istri saya. mereka memperlakukan pekerja seperti jajahan, gaji tidak sebanding dengan pekerjaan yang mereka lakukan,” ujarnya geram.

Lebih parah lagi, banyak pekerja dikeluarkan tanpa alasan dan gaji tidak dikeluarkan kepala personalia.  Padahal, ketika dikeluarkan, mereka dipaksa menandatangani slip gaji yang uangnya tidak diterima sepeser pun hingga kini.

“Di saat mereka komplain, personalianya tidak mau menemui. Terakhir, istri saya keluar karena istri saya hamil dan hampir keguguran karena selalu dipaksa kerja tanpa istrahat. Saat istri saya keluar kami memberikan surat keterangan sakit dan surat pengunduran diri. Ke bagian personalia yang namanya pak Tulas,” papar dia.

Berbekal pengakuan AB, Redaksi Radar Depok mencoba melakukan konfirmasi ke pihak pabrik. Tetapi, ketika sampai pintu gerbang pabrik, langsung disambut dua security yang berjaga. Salah satunya Solihin.“Sebentar mas dari mana, saya panggil HRD dulu ya,” kata dia.

Menurut dia, Pihak HRD tidak ingin dikonfirmasi mengenai masalah tersebut. “Ga bisa mas. Ga bisa konfirmasi, harus janjan dulu,” kata dia.

Terpisah, Lurah Kedaung, Wahidin mengaku pernah mendengar kabar itu. Tetapi, ia tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi di Pabrik miliki orang Korea tersebut.

“Pernah dengan kabar kalau dia (manajemen pabrik) ga adil kepada karyawan, tetapi kalau ga salah sudah selesai masalahanya,” ujar dia singkat. (bry)