Foto: Dicky/Radar Depok SIAGA : Anggota Regu A Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, siaga bertugas ditengah hari libur nasional, kemarin.

 

SIAGA : Anggota Regu A Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, siaga bertugas ditengah hari libur nasional, kemarin. Foto: Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Guna mengantisipasi terjadinya peristiwa kebarakan dan bencana di Kota Depok, pada libur nasional Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tujuh Provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Sebanyak 90 personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, tetap siaga, kemarin.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Yayan Arianto mengatakan, sebagai pelayan publik, pihaknya telah menyiagakan regu pemadam disaat hari pencoblosan Pilkada. Anggota Pemadam Kebakaran akan bersiaga selama 24 jam ditiap kesatuan yang telah ditempatkan.

“Ada 90 anggota Damkar yang telah kami persiapkan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pada libur nasional Pilkada,” terang Yayan kepada Radar Depok, kemarin.

Yayan mengungkapkan, 90 anggota berasal dari Markas Komando (Mako), Pos Walikota, dan Unit Kepala Teknis (UPT). Anggota akan merespon dengan cepat apabila terdapat laporan terjadinya kebakaran ditengah masyarakat. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya korban jiwa dan melebarnya api sehingga membakar harta benda masyarakat.

Tidak pernah bosan, sambung Yayan mengingatkan kepada masyarakat guna mengecek terlebih dahulu benda yang dapat menimbulkan kebakaran. Pria yang dikenal bersahaja itu menuturkan, tidak menutup kemungkinan libur nasional akan dimanfaatkan masyarakat guna berlibur maupun berpergian kerumah sanak saudara.

“Sebelum meninggalkan rumah cek terlebih dahulu keamanan rumah guna menghindari terjadinya peristiwa kebakaran,” terang Yayan.

Yayan menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan masyarakat sebelum meninggalkan rumah. Diantaranya, melepas perangkat alat elektronik yang tidak terpakai dari saluran listrik, memeriksa selang tabung gas, dan beberapa hal lainnya yang dapat menjadi memicu terjadinya kebakaran.

Komandan Regu A Mako Damkar, Merdi menuturkan, siap bertugas selama libur nasional Pilkada guna mencegah terjadinya kebakaran di Kota Depok.

Umumnya, peristiwa kebakaran dipicu akibat konsleting listrik atau arus pendek. Dia meminta, masyarakat yang memiliki bangunan berusia lebih dari lima belas tahun guna dicek kembali jaringan listriknya.

Selain itu, lanjut Merdi pengawasan orang tua terhadap anak dirsakan sangat perlu. Orang tua dapat mengawasi atau melarang anak apabila bermain dengan api maupun petasan disekitar rumah atau bahan yang mudah terbakar. Menurutnya, sekecil apapun potensi kebakaran harus ditangkal semaksimal mungkin.

“Kalau sudah terjadi peristiwa kebakaran, masyarakat sendiri yang akan merasa dirugi,” ucap Merdi. (dic)