Foto: Ist/Radar Depok KEGIATAN: Siswa SMPN 25 Depok sedang mengikuti kegiatan ekskul pramuka di halaman sekolahnya.

 

KEGIATAN: Siswa SMPN 25 Depok sedang mengikuti kegiatan ekskul pramuka di halaman sekolahnya. Foto: Ist/Radar Depok

Meskipun masih berusia belia, tetapi SMPN 25 Depok tetap memiliki semangat yang menggelora. Buih-buih kegiatan yang sekiranya bisa membuahkan prestasi, mulai gelorakan. Salah satunya adalah kegiatan ekstrakulikuler (ekskul) untuk siswa-siswanya. Ini adalah bagian dari upaya SMPN 25 Depok untuk memberikan pendidikan non akademik untuk siswanya.

Laporan: PEBRI MULYA, Radar Depok

Meski baru berusia dua tahun, tetapi SMPN 25 Depok tidak bisa dipandang sebelah mata. Pergerakan untuk peningkatan kualitas pendidikan, terus digerakan. Ekstrakulikuler (ekskul) menjadi salah satu hal yang digelorakan oleh SMPN yang sementara ini berada satu lokasi dengan SDN Kedaung tersebut.

Kepala SMPN 25 Depok, Wahyu Hidayat mengatakan, untuk kegiatan akademik memang sudah berjalan dengan baik, tetapi fokus pihaknya tidak hanya itu saja. Untuk bisa menggelorakan siswa SMPN 25 Depok bisa berprestasi di berbagai kegiatan. Untuk sementara ini, ekskul yang ada di SMPN 25 Depok, yakni marawis, tari, karate, pramuka, sepakbola, voli dan PMR.

“Dengan kualitas guru yang ada, saya yakin untuk akademik bisa tercapai dengan baik. Oleh karena itu kami juga mengejar non akademik, yakni dengan mengadakan banyak ekskul,” katanya.

Wahyu menjelaskan, dengan adanya banyak ekskul yang diadakan pihaknya, bisa menjadi pilihan siswanya yang berjumlah 285 dari kelas VII dan VIII. Karena, dengan banyak siswa, tentu saja akan banyak minat dan bakat. Oleh karena itu, dengan banyak ekskul, maka semua potensi dan bakat siswa yang berada di luar bidang akademik, bisa terwadahi.

Tidak hanya sekedar ekskul saja, tetapi ada juga ada pelatihan dan pembinaan untuk siswa dan juga guru. Karena, untuk menciptakan siswa yang berkarakter dan berkualitas, juga harus didukung dengan guru yang berkarakter dan berkualitas pula.

“Sekolah sejatinya, bukan hanya tentang pendidikan ilmu pengetahuan. Tetapi, juga lebih kepada menciptakan generasi bangsa yang berkualitas, dari sisi wawasan dan juga karakternya. Dan untuk pembentukan karakter, bisa terwadahi di ekskul,” tuturnya. (*)