Waller Siahaan Sekretaris Umum Forki Kota Depok

 

Waller Siahaan. Sekretaris Umum Forki Kota Depok

RADAR DEPOK.COM – Banyak tanggapan muncul, ketika persoalan Amry Yusra menyalonkan diri menjadi calon Ketua KONI Kota Depok periode 2017 – 2021. Sekretaris Umum Forki Kota Depok, sekaligus Pengurus Fokri Jawa Barat (Jabar) Bagian Hukum, Waller Siahaan berpendapat, pemilihan calon Ketua KONI Kota Depok kali ini, bisa di katakan sexy. Karena, calon yang sekarang ini sedang diberatkan pada pasal di ADRT.

“Calon ini rasa-rasanya, sulit sekali untuk berdiri, dan melepas masanya. Padahal, kan sudah jelas ,kita tunggu saja keputusan musorkot lanjutan nanti. Tetapi, para pengcab akan terus perjuangkan hak untuk masa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, dirinya tidak melupakan apa saja yang telah di berikan KONI Kota Depok saat ini. Tetapi, itu belum memenuhi kebutuhan pengcab yang selama ini telah membawa harum nama Kota Depok.

Karena salah satu atlet binaannya, sudah mewakili Indonesia di kejuaraan Internasional, dan juga mendapatkan medali emas di PON 2016.

“ Kami setiap tahun di berikan Rp60 juta dari KONI Kota Depok. Dapat di bayangkan, dalam setahun, kami harus lakukan pembinaan dengan banyaknya atlet karate di Kota Depok yang berpestai.

Belum lagi, kegiatan kejuaraan dalam setahun, baik yang kami adakan ataupun kami yang menjadi pesertanya. Dengan anggaran segitu, apa bisa kami mencari bibit atlet di Kota Depok,” jelasnya

Menurutnya, pengcab itu merupakan urat nadi KONI. Ketika anggaran di belanjakan untuk menopang atlet lebih berprestasi kami siap terima. Tetapi, yang selama ini di lakukan anggaran habis dengan kegiatan seremonial yang sebenarnya tidak begitu penting untuk pembinaan atlet.

“Kami merasa tidak adil, jika pengcab yang bisa dikatakan ‘mati segan hidup pun tak mau’ mendapatkan anggaran pembinaan yang sama rata dengan pengcab yang selalu menujukan prestasi tiap tahunnya,” ungkapnya.

Weller menambahkan, kepengurusan Forki Kota Depok jika di katakan tidak benar dalam pembinaan, tidak mungkin dirinya bersama pengurus lain dapat melahirkan atlet berprestasi.

“Berbicara masalah anggaran KONI Kota Depok, seperti nonfisik, banyak sekali anggaran yang keluar bukan untuk pembinaan atau menompang prestasi atlet, pelatih, maupun wasit.

Terakhir, kami meminta bantuan dana sebesar Rp 5 juta, tetapi saya harus mengemis dahulu ke KONI,” tambahnya. (dia)