Ilustrasi
Ilustrasi. Grafis/Ageng/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Bos Pandawa Group, Salman Nuryanto benar-benar lician dalam bersembunyi dari kejaran Polda Metro Jaya. Terbaru setelah dikabarkan ada di Kota Hujan Bogor, pria kelahiran Pemalang Jawa Tengah ini sudah berada di Sukabumi. Mudahnya Nuryanto berpindah tempat, informasinya ada big bos yang melindunginya.

“Butuh kerjasama, karena ada yang sengaja melindungi dan menutupi dia (Nuryanto),” kata salah satu yang tergabung dengan Komunitas Indigo Nusantara, DS kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, memang dalam pelarian Nuryanto dibelakangnya ada big bos-nya seperti sidikat. Saat ini yang bersangkutan masih mengumpat didaerah perkampungan yang banyak sawahnya seperti pedesaan.

“Dengan penyamaran itu, semua orang tidak akan tahu siapa dia (Nuryanto), secara dia sudah seperti orang biasa,” tegas perempuan yang pernah mengabdi di Divisi Infanteri I Kostard Cilodong ini.

Wilayah pedesaan itu, sambungnya berada di Sukabumi. Polisi memburu kalau tidak ada kerjasa dan ada orang kuat dibelakangnya memang rada sulit. Tapi, semuanya pasti akan ketahuan dan akan ditangkap.

“Memang dari Banten, kemudian Ke Kaliman Selatan (Kalsel), lalu ke Bogor kini di Sukabumi daerah pedesaan,” bebernya.

Tim Gabungan Krimsus Polda Metro Jaya, Polres Depok serta Polsek Limo, membuka paksa pintu kantor Pandawa Group, di Ruko Permata Green RT7/7 Kelurahan Meruyung, Limo sekitar pukul 14:00 WIB. Dalam penggledahan tersebut polisi menyita sejumlah arsip dan dokumen.

Kapolsek Limo, Kompol Imran Gultom mengatakan, pemeriksaan di dua tempat kantor KSP Pandawa selain di RT7/7, juga di RT2/4 Kelurahan Meruyung. Penggledahan ini untuk mendalami kasus investasi Pandawa Group yang memakan korban hingga ribuan nasabah. Buka paksa kantor Pandawa Group sudah berkoordinasi dengan ketua lingkungan setempat dan pemilik ruko.

“Polda Metro Jaya unit Krimsus telah memeriksa di dua ruko eks Pandawa Group, dan menyita sejumlah barang yang berkaitan dengan Pandawa,” ujar Imran.

Imran menjelaskan, barang yang disita anggota Krimsus Polda Metro Jaya di kantor KSP Pandawa Mandiri Group Jalan Raya Meruyung RT2/4 Meruyung, diantaranya 10 monitor komputer, 12 dus dokumen, struktur organisasi KSP Pandawa Group, satu buah brankas kecil merk Krisbow, dua buah server CCTV, lima unit CPU, lima unit printer.

Sedangkan pemeriksaan kantor cabang Pandawa Group Ruko Permata Green RT7/7 Meruyung, sambung Imran, diantaranya dua buah TV LED merk Polytron, satu set amplifier, enam buah monitor komputer, lima CPU, tiga unit printer, satu unit mesin fax, dua dus dokumen profit, satu buah server CCTV, satu unit print ID Card, dan empat buah payung Pandawa.

“Sejumlah barang yang disita anggota Polda Metro Jaya dari kantor Pandawa Group guna diteliti lebih mendalam terhadap kasus investasi Pandawa Group,” terang Imran.(dic/hmi)