Foto: Dicky/Radar Depok RAMAI : Puluhan warga tengah menunggu giliran antrian di RSUD Kota Depok, guna memeriksakan kesehatan mereka maupun sanak keluarga, kemarin.

 

RAMAI : Puluhan warga tengah menunggu giliran antrian di RSUD Kota Depok, guna memeriksakan kesehatan mereka maupun sanak keluarga, kemarin. Foto: Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, yang kurang bagus jadi viral di facebook (FB). Fokus dikeluhkannya berupa belum maksimal dalam menangani pasien maupun masyarakat berobat, yang disajikan Rumah sakit berplat merah ini.

Salah seorang warga Depok, Vina Puspita dalam komentarnya mengatakan, pelayanan di RSUD Kota Depok masih dibawah ekspetasi pelayanan prima.

Salah satunya dalam status pasien kurang mendapat perhatian dari pegawai RSUD Kota Depok. Bahkan, guna mengetahui status pasein, Vina harus meminta langsung kebagian pendaftaran. “Seharusnya, pegawai RSUD Depok lebih cekatan dalam memperhatikan pasien,” ujar Vina kepada Radar Depok, kemarin.

Tidak hanya itu kekecewaan terhadap pelayanan RSUD Kota Depok, sambung Vina tempat pengambilan obat dinilai paling lambat pelayanananya.

Guna menunggu obat yang direkomendasikan dokter harus menunggu hampir dua jam, sehingga membuat dia merasa kurang nyaman berobat di RSUD Kota Depok.

Dia tidak heran, apabila ada masyarakat Kota Depok lebih mempercayakan rumah sakit swasta dari pada milik Pemkot Depok.

Menimpali hal ini, Kepala Direktur Utama RSUD Kota Depok, Asloeah Madjri menuturkan, pembenahan pelayanan RSUD Kota Depok telah dilaksanakan secara bertahap.

Mulai dari antri pelayanan pengambilan nomor hingga pengambilan obat. Untuk dibagian pengambilan obat, dia sudah memisahkan antara obat racik dengan obat yang bukan racikan, sehingga mengurangi antrian dibagian obat.

“Kami tengah berusaha meningkatkan pelayanan di RSUD Kota Depok guna menjadi lebih baik lagi,” singat perempuan yang kerap disapa Lulu ini.

Sementara itu, Walikota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad menjelaskan, Pemkot Depok tengah berupaya meningatkan pelayanan di RSUD Kota Depok.

Dia mengakui, dua gedung RSUD Kota Depok belum dapat digunakan pada tahun ini. Hal itu dikarenakan masih ada beberapa bagian yang harus dilengkapi guna menunjang pelayanan.

“Memang dari dana Rp120 Miliar masih ada yang harus dilengkapi, sehingga bangunan baru belum dapat digunakan,” ucap Idris.

Idris mengatakan, sejumlah peningkatan pelayanan medis sudah ditingkatkan, seperti ICU, NICU, dan PICU. Saat ini, RSUD Kota Depok telah memiliki sembilan ICU dan lima NICU.

Guna melengkapi pelayanan, dia menginginkan RSUD Kota Depok memiliki Sti Scan untuk pasien penyakit khusus salah satunya Stroke.

“Tahun ini belum dapat digunakan, kemungkinan awal tahun depan dapat digunakan, karena pada akhir tahun ini kami akan melaksanakan soft launching bangunan baru RSUD Kota Depok,” ujar Idris. (dic)