ILUSTRASI: Pelipatan surat suara Pilkada DKI 2017.
ILUSTRASI: Pelipatan surat suara Pilkada DKI 2017.

RADAR DEPOK.COM – KPU Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilgub DKI 2017. Jumlah pemilih ada 7,1 juta jiwa. Berdasarkan data yang diunggah KPU DKI di situs resminya, total ada 7.108.589 orang pemilih di Jakarta.

Jumlah itu terdiri dari 3.561.690 orang pemilih berjenis kelamin laki-laki dan 3.546.899 perempuan. Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan digunakan warga Ibu Kota pada 15 Februari nanti ada 13.023 TPS.

Data itu didapat dari penjumlahan di 44 kecamatan dan 267 kelurahan di Jakarta. Jumlah TPS terbanyak ada di Jakarta Timur, dengan 3.690 TPS. Kabupaten Kepulauan Seribu punya TPS paling sedikit, sejumlah 39 TPS. Jumlah pemilih terbanyak ada di Jakarta Timur pula, yakni di angka 2.006.397 orang pemilih. Kabupaten Kepulauan Seribu punya jumlah pemillih paling sedikit, yakni ada 17.415 orang pemilih.

Dalam pemilihan yang digelar hari ini, diketahui ada tiga pasangan calon gubernur DKI Jakarta, yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, serta Anies Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno.

Komisioner KPU DKI Betty Epsilon Idroos menyampaikan bahwa tim adhoc pada hari H di 13.023 TPS terdiri dari tujuh orang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dua pengawas pengamanan langsung, dan satu pengawas TPS.

“Mengenai alamat TPS bisa diakses di www.kpujakarta.go.id. Sementara alamat lokasi rekapitulasi tingkat kecamatan sudah disampaikan kepada masing-masing pasangan calon,” ujar Betty, beberapa waktu lalu.

Betty juga menjelaskan mengenai mekanisme pelayanan terhadap ketiga kategori pemilih yang hendak menyoblos, yaitu Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Pindahan (DPPh), dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Mengenai pelayanan terhadap DPT, dia menjelaskan bahwa pemilih perlu menyerahkan form C6-KWK, atau jika tidak punya bisa menunjukkan e-KTP, KTP, atau paspor.

“Pemilih DPT dapat menggunakan hak pilihnya mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB dan dicatat dalam form C7-KWK, sedangkan untuk DPPh pemilih perlu menunjukkan form A5 disertai dengan e-KTP/Suket/Paspor/atau identitas lain yang memuat nama, alamat dan pas foto,” jelasnya.

Yang sedikit berbeda adalah pelayanan terhadap DPTb, Betty menyatakan bahwa pemilih DPTb menggunakan hak pilihnya satu jam sebelum pencoblosan berakhir yaitu pada pukul 12.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB. Dalam prosesnya, pemilih DPTb harus menunjukan e-KTP, Suket dari Dukcapil, serta menyertakan Kartu Keluarga asli.

“KPPS perlu memastikan bahwa pemilih belum terdaftar dalam DPT di TPS. Jika surat suara sudah habis maka pemilih akan diarahkan oleh KPPS untuk pindah ke TPS terdekat, lalu jika ditingkat RW juga sudah habis maka bisa diarahkan ke TPS terdekat dalam kelurahan yang sama, tentunya setelah berkoordinasi dengan PPS,” jelasnya.

Selain itu, Betty juga menjelaskan mengenai tahapan rekapitulasi. Dia menyampaikan bahwa pada tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), rekapitulasi akan dilaksanakan pada tanggal 16-22 Februari, sedangkan pada tingkat kabupaten/kota pada tanggal 22-24 Februari dan pada tingkat provinsi pada tanggal 25-27 Februari 2017.

Selanjutnya mengenai saksi, Betty menyebut bahwa saksi TPS harus membawa surat mandat dari masing-masing pasangan calon. Maksimal mandat saksi adalah dua orang dan saksi yang diperbolehkan masuk ke TPS hanya satu orang, oleh karena itu Betty menyebut dua orang saksi tersebut bisa bergantian masuk ke TPS.

“Mengenai pakaian saksi yang mencirikan pada ciri pasangan calon diperbolehkan, asal jangan sampai memuat atribut kampanye, misalnya foto pasangan calon, nomor urut dan sebagainya,” tegasnya.

Pemenangnya Berinisial A

Ada hal menarik menjelang Pilgub DKI berlangsung. Pelawak ternama yang punya ketertarikan tersendiri pada dunia politik Lier Hartono atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Cak Lontong tidak hanya lihai membuat lelucon tapi juga ikut berpendapat soal siapa bakal calon pemimpin DKI Jakarta berikutnya.

Tidak hanya itu disejumlah media sosial juga beredar meme ramalan Cak Lontong terkait pemenang Pilkada DKI 2017. Ramalan ini banyak tersebar dan cepat menjadi perdebatan di kalangan netizen.

Ini dia ramalan Cak Lontong terkait siapa pemenang dalam Pilkada DKI 2017. Foto Cak Lontong ini dibuat meme untuk tujuan semakin menyemarakkan perbincangan tentang Pilkada DKI yang sedang ramai di media sosial.

“Pemenang Pilkada DKI 2017 Inisialnya Adalah A” tertulis dalam meme tersebut.

Aduh, cak semua calonnya kan namanya berawal dari Huruf A? Piye toh cak. Sontak banyak para pengguna sosial media yang melihat gambar tersebut ikut berkomentar. Buat sebagian netizen yang belum paham justru bertanya balik dengan “Masak sih?”.Tapi dari mereka kebanyakan sudah tahu apa yang dimaksud dari meme itu berkata seperti ini. “Hahaasemm calonnya inisial A semua om cak lontong..” kata @al_imam5391.

“Ahok, anies atau agus sekarepmu dewek cak” komen @armancapoenk. Memang dari ketiga calon gubernur DKI, semuanya dimulai dengan huruf A, Ahok, Anies dan Agus. Ada-ada saja cara orang untuk menyemarakkan perbincangan terkait Pilkada DKI di dunia maya. (gun/dtc/net)