Foto: Irwan/Radar Depok POTENSIAL: Komintas pecinta alam saat menjelajahi wisata air di Sungai Ciliwung.

 

POTENSIAL: Komintas pecinta alam saat menjelajahi wisata air di Sungai Ciliwung. Foto: Irwan/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Peraturan Daerah (Perda ) Inisiatif Komisi B DPRD Kota Depok: pengolahan pariwisata alam yang baru disahkan 2016, dinilai bakal berdampak pada kondisi alam di Depok. Intinya memiliki imbas baik dalam hal menjaga ekosistem alam.

“Perda inisiatif ditujukan untuk mengakselerasi langkah-langkah Pemkot Depok dalam berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan Pusat,” tutur Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota DEpok, Tengku Farida Rachmayanti.

Selain itu, lanjut dia, potensi adanya Perda Pariwisata juga bisa dijadikan upaya membangun potensi pariwisata alam di Depok, sesuai asas konservasi Sumber daya Alam (SDA) hayati dan ekosistemnya.

“Perda Pariwisata alam juga ada kaitannya, dengan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, yaitu dengan menghadirkan sarana rekreasi untuk warga Depok,” jelasnya.

Di Kota Sejuta Maulid ini, kata dia, banyak potensi alam yang bisa dimanfaatkan menjadi destinasi objek wisata alam. Antara lain, situ, Taman Hutan Raya (Tahura), dan Sungai Ciliwung.

“Berdasarkan Undang-undang (UU) RI Nomor 10 Tahun 2009 tentang tujuan pariwisata bahwa, pariwisata bertujuan menjaga alam dan ekosistem. Semua itu kalau ditata sedemikian rupa, maka dapat menciptakan kondisi lingkungan yang semakin baik di Depok,” tuturnya.

Politisi PKS ini bertutur, secara umum ruang lingkup perda memuat hal yang berkaitan dengan perencanaan, penataan, dan pengawasan pariwisata alam di Depok. Perda juga akan memuat jenis-jenis wisatanya, seperti wisata yang berkaitan dengan air.

“Misalnya wisata yang berkaitan dengan air sebagai bagian dari alam, seperti situ, sungai. Atau yang berkaitan dengan agrowisata, seperti kebun belimbing,” jelasnya.

Farida melanjutkan, dalam konteks desain raperda pariwisata, semua objek wisata harus ditata dengan memperhatikan beberapa fungsi.

Semisal fungsi rekreasi, edukasi, atraksi, Ruang Terbuka Hijau (RTH), budaya, pemberdayaan ekonomi, dan konservasi.

“Agar keberadaan lokasi wisata terjaga, maka kami akan memasukkan bentuk peran serta masyarakat,” bebernya.

Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BPPD) Kota Depok, Yuni Indriani mengatakan, destinasi pariwisata disesuaikan ketetapan hukum. Tapi, dalam proses ini  ada yang menarik yaitu adanya peluang dana alokasi khusus, terkait pengembangan destinasi wisata alam.

“Kementerian membuka peluang ajuan dana penataan kawasan pariwisata. Dimana dana alokasi khusus itu untuk kegiatan pembangunan pusat informasi pariwisata dan pembangunan ruang ganti atau toilet,” jelasnya.

Selain itu, anggaran yang disediakan berkisaran Rp500 juta hinga Rp2,5 miliar. Ia pun berharap organisasi perangkat daerah dapat menindaklanjut peluang ini.

”Dananya untuk satu destinasi. Di Depok ada Jalan Pemuda, Jembatan Panus, Sungai Ciliwung dan Kubah Emas ini bisa dikembangkan menjadi objek wisata alam,” katanya.

Terpisah, Koordiantor Sahabat Komunitas Sahabat Ciliwung Hidayat Ramdani menyambut baik akan adanya Perda Pariwisata yang baru disahkan. Kedepan ia berharap bisa digunakan untuk pembangunan objek wisata di Kota Depok.

“Bagus, kami berharap ada kemajuan wisata alam khususnya di kota ini,” harap Dayat, pangilan akrabnya.

Ia mengatakan, di Kota Depok memiliki banyak objek wisata alam untuk dikembangkan, seperti Sungai Ciliwung.

“Ini kesempatan Pemkot Depok untuk berkembang di sektor wisata alam,” tutupnya. (irw)