Foto: Dicky/Radar Depok GELEDAH : Anggota Polda Metro Jaya unit Krimsus saat memeriksa kantor Pandawa Group di Jalan Meruyung Kecamatan Limo, guna mencari barang bukti investasi Pandawa Group.

 

GELEDAH : Anggota Polda Metro Jaya unit Krimsus saat memeriksa kantor Pandawa Group di Jalan Meruyung Kecamatan Limo, guna mencari barang bukti investasi Pandawa Group. Foto: Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Pelarian Bos Pandawa Group, Salam Nuryanto belum juga diketahui Polda Metro Jaya. Namun, sembari berjalan, Reskrimsus Polda Metro Jaya mulai obok-obok legalitas Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group (PMG).

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Hadiningrat menyebutkan, saat ini polisi masih menelusuri legalitas dari Pandawa Group itu sendiri. Menurut salah satu korban Diana Ambarsari, Pandawa Group awalnya merupakan koperasi simpan pinjam.

“Ini (legalitas badan usaha) yang masih harus diperdalam. Terkait itu kan kita melakukan proses ini mulai dari administrasi terkait legalitas, karena itu OJK dilibatkan untuk memberi data akurat terkait legalitas mereka,” jelas Wahyu belum lama ini.

Menurutnya, Pandawa berdiri di Depok, kendati sudah mendapatkan izin dari Kementerian Koperasi, namun pihaknya ingin tahun perizinannya berdiri di Depok.

“Kenapa dari izin koperasi kok jadi investasi, ini yang kami telesuri legalitasnya,” katanya.

Menimpali hal ini, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Depok, Yulistiani Mochtar membenarkan adanya permintaan data perizinan tersebut. Namun, saat ini sedang dicari kelengkapannya ada atau tidak yang diminta.

“Iya kami sedang cari,” singkat perempuan berkacamata ini.

Sebelumnya, Senin (13/2) tim Gabungan Krimsus Polda Metro Jaya, Polres Depok serta Polsek Limo, membuka paksa pintu kantor Pandawa Group, di Ruko Permata Green RT7/7 Kelurahan Meruyung, Limo sekitar pukul 14:00 WIB. Dalam penggledahan tersebut polisi menyita sejumlah arsip dan dokumen.

Kapolsek Limo, Kompol Imran Gultom mengatakan, pemeriksaan di dua tempat kantor KSP Pandawa selain di RT7/7, juga di RT2/4 Kelurahan Meruyung.

Penggledahan ini untuk mendalami kasus investasi Pandawa Group yang memakan korban hingga ribuan nasabah. Buka paksa kantor Pandawa Group sudah berkoordinasi dengan ketua lingkungan setempat dan pemilik ruko.

“Polda Metro Jaya unit Krimsus telah memeriksa di dua ruko eks Pandawa Group, dan menyita sejumlah barang yang berkaitan dengan Pandawa,” ujar Imran.

Imran menjelaskan, barang yang disita anggota Krimsus Polda Metro Jaya di kantor KSP Pandawa Mandiri Group Jalan Raya Meruyung RT2/4 Meruyung, diantaranya 10 monitor komputer, 12 dus dokumen, struktur organisasi KSP Pandawa Group, satu buah brankas kecil merk Krisbow, dua buah server CCTV, lima unit CPU, lima unit printer.

Sedangkan pemeriksaan kantor cabang Pandawa Group Ruko Permata Green RT7/7 Meruyung, sambung Imran, diantaranya dua buah TV LED merk Polytron, satu set amplifier, enam buah monitor komputer, lima CPU, tiga unit printer, satu unit mesin fax, dua dus dokumen profit, satu buah server CCTV, satu unit print ID Card, dan empat buah payung Pandawa.

“Sejumlah barang yang disita anggota Polda Metro Jaya dari kantor Pandawa Group guna diteliti lebih mendalam terhadap kasus investasi Pandawa Group,” terang Imran.(dic/hmi)