Foto: Indah/Radar Depok TUMBUHKAN NASIONALISME: Siswa-siswi dari beberapa sekolah mengikuti Latgab Spartan 2017, yang diadakan PPI Kota Depok.

 

TUMBUHKAN NASIONALISME: Siswa-siswi dari beberapa sekolah mengikuti Latgab Spartan 2017, yang diadakan PPI Kota Depok. Foto: Indah/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Depok menggelar Latihan Gabungan Semangat Patriotik dan Nasionalis (Latgab Spartan) 2017, Minggu (5/2) lalu. Latihan diikuti 320 siswa SMP dan SMA/SMK yang berasal dari 50 sekolah di Kota Depok.

Latihan tersebut diselenggarakan pengurus PPI Kota Depok yang bekerja sama dengan siswa-siswi SMA/SMK. Program rutin tahunan itu akan dilaksanakan setiap Minggu selama 5 minggu.

“Minggu pertama dan terakhir (latihan) bertempat di Balaikota Depok. Sisanya di beberapa sekolah yang telah ditunjuk sebagai perwakilan dari Korwil yang sudah ditentukan,” kata Panitia Kabid Admin Latgab Spartan 2017, Asprilian Pramuri.

Menurut Asprilian, tujuan dari latihan gabungan menambah wawasan, teman, serta pengalaman. Termasuk menumbuhkan semangat kebangsaan yang semakin jarang terlihat dalam diri generasi muda masa kini.

“Latihan sebagai ajang berkumpulnya siswa-siswi SMP/SMA di Kota Depok yang mempunyai jiwa nasionalisme tinggi, mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan berani mengambil tantangan,” sambungnya.

Dalam acara itu, panitia turut mengundang beberapa pembicara. Dari Indo Sweat Camp Depok, Abang Mpok Depok, Akang Teteh Purna Paskibraka Indonesia Kota Depok, dan Depok Heritage Community.

Materi pola hidup sehat disampaikan Indo Sweat Camp. Dengan berolahraga, setiap hari tubuh akan menjadi lebih sehat dan segar ketika menjalankan kegiatan.

“Karena peminat olahraga saat ini mulai berkurang. Kami ingin mengembalikan kesadaran siswa/i untuk tidak meninggalkan olahraga. Apalagi, olahraga dari Indo Sweat Camp terbilang fun dan praktis karena menggunakan beban tubuh sendiri jadi bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja,” katanya.

Sedangkan materi kedua diberikan perwakilan Abang Mpok Depok perihal kelebihan pariwisata di Kota Depok.

“Tentunya kita tidak ingin para siswa di Depok kurang up to date tentang tempat wisata, serta bangga dan melestarikan budaya yang ada di Depok,” kata Asprilian.

Di tempat yang sama, perwakilan Abang Mpok Depok, Wisnu Wardhana Putra, mengatakan, ternyata masih banyak siswa yang belum paham dengan budaya serta pariwisata Kota Depok.

“Saya berharap bahwa dengan acara seperti ini para siswa dapat menambah wawasan tentang budaya, dan pariwisata Kota Depok,” kata Wisnu. (cr1)