Foto: Febrina/Radar Depok MEMBAHAS : Pembicara Seminar Pencegahan Demam Berdarah, Dokter Farabi El Fouz saat memberikan penjelasan kepada 115 peserta seminar.

 

MEMBAHAS : Pembicara Seminar Pencegahan Demam Berdarah, Dokter Farabi El Fouz saat memberikan penjelasan kepada 115 peserta seminar. Foto: Febrina/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Rumah Sakit Umum (RSU) Hasanah Graha Afiah (HGA) gelar seminar terkait pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Sebanyak 115 peserta memenuhi aula 1 lantai 5 RSU HGA selama kurang lebih tiga jam. Pembicara seminar kali ini, okter Anak RSU HGA, Dokter Farabi El Fouz yang membahas cara mencegah dan menangani demam berdarah pada anak.

Ka Biro Humas dan Pemasaran RSU HGA, Dokter Gigi Praditiyas mengatakan, tujuan dari seminar ini adalah menambah pengetahuan para orang tua untuk mengetahui tanda-tanda terjadinya demam berdarah pada anak.

Kegiatan ini merupakan kerjasama RSU HGA dengan GSK. Target Audience sendiri sebanyak 100 peserta, namun antusiasnya ternyata tinggi sehingga ada 115 peserta yang hadir.

Acara ini tidak dipungut biaya, bahkan peserta mendapatkan snack dan lunch box, tumbler serta doorprize menarik. “Pada seminar kali ini juga diisi dengan lomba foto keluarga,” ujar Praditiyas kepada Radar Depok, kemarin.

Sementara itu, Pembicara, Dokter Farabi El Fouz menjelaskan, mengenai gejala-gejala anak terkena demam berdarah bisa dilihat dari mendadak demam tinggi, serta ditandai adanya dua gejala lainnya seperti sakit kepala, nyeri otot dan sendi (badan pegal-pegal), muntah termasuk mual, diare, adanya ruam atau bintik kemerahan, hidung dan gusi berdarah.

“Jika sudah mempunyai tanda-tanda seperti itu segera periksa ke dokter,” ungkapnya.

Jika sudah mengetahui gejala, maka penanganan pertama memberikan minum sebanyak mungkin. Lalu kompres agar panasnya turun, kemudian berikan obat penurun panas.

“Jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas,” tegasnya.

Agar terhindar dari demam berdarah dapat melakukan 3M, yaitu menguras dan menyikat dinding tempat-tempat penampungan air, menutup rapat penampungan air, menyingkirkan atau mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan, serta plus lainnya antaralain memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.

“Mengganti air vas bunga, membuang air pada penampungan air dispenser, memberikan obat bubuk pembunuh jentik nyamuk,memasang kawat nyamuk, tidak menggantung pakaian didalam ataupun diluar kamar,” tutup Farabi.(ina)