PERIKSA : Wakil Kepala Satuan Narkoba Polresta Depok, AKP Rosha Labobar (kiri) meminta Ervan tengah memeriksa mobil dinas Ervan Teladan di rumah kediamannya, Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan, Sabtu (25/2).
PERIKSA : Wakil Kepala Satuan Narkoba Polresta Depok, AKP Rosha Labobar (kiri) meminta Ervan tengah memeriksa mobil dinas Ervan Teladan di rumah kediamannya, Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan, Sabtu (25/2).

RADAR DEPOK.COM – Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok masih terus mendalami keterangan Ervan Teladan, Anggota DPRD Kota Depok yang menjadi tersangka kasus narkoba jenis sabu-sabu. Pasca ditangkap pada Jumat (24/2) malam.

Keesokan harinya, Sabtu (25/2), wakil rakyat dari Partai Golkar ini menjalani serangkaian pemeriksaan. Termasuk salah satunya tes urine. Hasilnya benar, Ervan positif mengonsumsi amphetamin dan metampetamin (sabu-sabu). Tes dilakukan di Klinik Polresta Depok oleh dr Andiza.

“Kami memang yakin jika yang bersangkutan positif narkoba. Karena diketahui pada Kamis (sehari sebelum ditangkap) dia masih mengonsumsi narkoba,” ungkap Kasat Res Narkoba, Kompol Putu Kholis Aryana kepada Radar Depok.

Masih di hari yang sama. Polisi kemudian melakukan penggeledahan di rumah Ervan di Jalan H Sulaiman, RT03/05, Kelurahan Bedahan, Sawangan. Hasilnya, polisi mendapati barang bukti baru. Ditemukan satu paket sabu-sabu seberat 0,3 gram yang jatuh di plafon rumah.

Plafon inilah yang juga dipakai oleh Ervan untuk bersembunyi saat kediamannya digerebek pada Sabtu (4/2). Barang bukti tersebut, dari penjelasan Ervan, dibeli dari tersangka UM (sudah ditangkap lebih dulu) seharga Rp500 ribu. Selain itu, pihaknya mengamankan mobil dinas Ervan dikarenakan ditemukan alat hisap yang biasa digunakan dalam mengkonsumsi shabu.

“Kasusnya sendiri masih kami kembangkan lagi,” tambah Putu didampingi Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus.

Sepertiu diketahui, Ervan ditangkap di kawawasan Jatimulya, Cilodong saat sedang mengendarai sepeda motor. Hampir 20 hari dirinya buron.

Sebelumnya, Ervan berhasil lolos dari penggerebekan polisi. Saat itu, polisi cuma berhasil menangkap seorang perempuan (UM), seorang kurir sabu-sabu langganan Ervan.

Saat penggerebekamn tersebut, polisi menyita sejumlah alat bukti. Antara lain, empat bungkus plastik klip bening masing-masing berisi sabu-sabu dengan berat brutto 2,80 gram.

Selain menyita barang bukti narkoba, polisi turut mengamankan satu timbangan elektronik, empat lembar uang nominal Rp5.000 dan satu unit handphone XIAOMI warna gold.

Dari dalam rumah. Polisi menyita barang bukti dua bungkus plastik klip bening berisi sisa pakai sabu-sabu, yang ditemukan dalam kotak kartu nama dan label nama anggota DPRD bertuliskan Ervan Teladan di lemari pakaian.

Diamankan juga satu pipet alat hisap sabu di dalam mobil yang ada di garasi rumah dewan itu, satu dompet berisi KTP, dan buku rekening tabungan. “Kami masih berupaya menggali keterangan dari yang bersangkutan lagi,” tandas Putu.

Kuasa hukum Ervan, Mukhlis Effendi mengatakan jika kliennya itu mengenal sabu-sabu dua belakangan ini. Atau tepatnya saat dia gagal mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD Kota Depok di Pileg 2013 (periode 2014-2019). kekalahan di pesta politik itu membuatnya depresi.

“Salah satunya itu (gagal di Pileg). Selain juga penyebabnya karena urusan rumah tangga,” ungkapnya.

Ia pun membenarkan bila selama pelariannya, yang bersangkutan masih rutin mengonsumsi narkoba. Meski ia membeli dengan cara ngutang.

Lebih lanjut, Mukhlis menambahkan bila saat buron, Ervan tak pernah kabur jauh. Sebatas di Depok saja. Paling juauh ia terdeteksi di kawasan Sasak Panjang, Bojonggede.

“Selama kabur ia mendapat pertolongan (uang) dari rekan-rekannya saja,” ucap dia. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009.

Untuk diketahui, meski gagal di Pileg 2013, Ervan nyatanya berhasil juga duduk di Gedung DPRD Kota Depok. Tepatnya pada 2015, Ervan menggantikan Babai Suhami yang terkena Pergantian Antar Waktu (PAW) karena terlibat di Pilkada Depok. (jun)